Banyak Koper Jemaah Haji Rusak, Menhaj Gus Irfan Komplain ke Pihak Penerbangan

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Salah satu koper jemaah haji yang rusak. Foto: Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Salah satu koper jemaah haji yang rusak. Foto: Istimewa

Banyak koper jemaah haji rusak saat tiba di Tanah Suci. kumparan menerima laporan setidaknya 39 koper rusak—ada yang bodinya pecah, roda patah, ritsleting dol, bahkan handle lepas.

Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf atau Gus Irfan, sudah melayangkan komplain terkait koper ini ke pihak penerbangan.

"Jadi ini untuk soal koper itu sebenarnya bukan kami yang sediakan, tapi pihak penerbangan. Kami sudah banyak komplain," kata Gus Irfan saat dihubungi kumparan, Jumat (1/5).

Komplain pertama, sebelum koper rusak, yakni tentang jadwal pengiriman yang terlambat.

"Kami tegur dan kami siapkan penaltinya juga," ucap Gus Irfan.

Menteri Haji dan Umrah RI, Mochamad Irfan Yusuf, secara resmi melepas keberangkatan kloter pertama jemaah haji Indonesia tahun 1447 H/2026 M asal Embarkasi Jakarta-Pondok Gede (JKG-01) di Asrama Haji Kelas I Jakarta, Selasa malam (21/4/2026). Foto: Dok. Kemenhaj RI

Kedua, barulah soal kualitas koper yang dinilai Gus Irfan jauh dari harapan.

"Dan mudah-mudahan menjadi peringatan keras buat mereka tahun depan tidak diulangi kembali kasus seperti ini," lanjutnya.

Terpisah, Kepala Daerah Kerja (Kadaker) Bandara PPIH Arab Saudi, Abdul Basir, menyampaikan pihaknya sudah melakukan pengawasan dan penanganan secara ketat soal koper ini.

"Kami telah melakukan pengawasan, penanganan koper di drop baggage area. Jadi semua koper jemaah haji ngumpulnya di drop baggage area lalu teman-teman kita ada yang kita tugaskan lima orang setiap harinya, ada tiga sif dan kami lakukan pengawasan setiap harinya dengan pegangkatan koper, memasukkan ke dalam kontainer," ucapnya.

Jika ada koper yang rusak, pihaknya melaporkan kerusakan itu. Kerusakan didata oleh ketua kloter, kemudian nanti dilaporkan ke sektor. Dari sektor baru ke level Daker. Laporan ini nantinya ditindaklanjuti dengan koper pengganti.

"Untuk pengganti yang asesmen dari maskapai seberapa parah kerusakannya. Kalau perlu penggantian akan dilakukan penggantian," kata Abdul.