Bawa Laser Pointer saat Demo, Remaja Hong Kong Ditahan

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Para siswa membawa laser saat demonstrasi untuk mendukung pengunjuk rasa pro-demokrasi Hong Kong di Seoul, Korea Selatan. Foto: REUTERS/Heo Ran
zoom-in-whitePerbesar
Para siswa membawa laser saat demonstrasi untuk mendukung pengunjuk rasa pro-demokrasi Hong Kong di Seoul, Korea Selatan. Foto: REUTERS/Heo Ran

Remaja 16 tahun asal Hong Kong ditahan karena memiliki laser pointer. Benda itu dipakai saat demo antipemerintah berlangsung.

Remaja yang namanya dirahasiakan itu diputuskan untuk tetap berada di tahanan. Banding yang diajukan olehnya ditolak pengadilan Hong Kong.

Pemilik laser pointer tersebut telah ditahan sejak 21 September 2019 lalu. Ia ditahan, setelah ikut serta dalam demo menentang pemerintah.

Para siswa membawa laser saat demonstrasi untuk mendukung pengunjuk rasa pro-demokrasi Hong Kong di Seoul, Korea Selatan. Foto: REUTERS/Heo Ran

Saat digeledah, ditemukan laser pointer, payung modifikasi, dan tongkat hiking.

Ketiga benda tersebut dipermasalahkan pemerintah dan kepolisian. Awal bulan lalu, pengadilan memutuskan bahwa laser pointer yang dibawanya adalah senjata berbahaya.

Remaja Hong Kong itu bersikeras menolak laser adalah senjata berbahaya. Argumennya ditolak penegak hukum Hong Kong. Mereka menganggap, laser jika digunakan berpotensi merusak mata polisi.

Para siswa membawa laser saat demonstrasi untuk mendukung pengunjuk rasa pro-demokrasi Hong Kong di Seoul, Korea Selatan. Foto: REUTERS/Heo Ran

Atas pelanggarannya itu, remaja tersebut dimasukkan ke pusat rehabilitasi selama tiga sampai enam bulan. Di sana, ia akan menerima pelatihan kedisiplinan, tempat kerja, dan konseling psikologi.

Dilansir South China Morning Post, otoritas Hong Kong akan segera menentukan hukuman tersebut tergantung sikap dan perilaku yang bersangkutan di pusat rehabilitasi.

Remaja ini merupakan individu pertama yang dihukum karena memiliki laser.