Bawaslu soal Baliho SBY 'Masih Ingat Saya?': Bukan Kampanye, tapi Kami Turunkan

13 Februari 2024 17:38 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Baliho 'Masih Ingat Saya? Berfoto SBY di masa tenang kampanye. Foto: Ahmad Romadoni/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Baliho 'Masih Ingat Saya? Berfoto SBY di masa tenang kampanye. Foto: Ahmad Romadoni/kumparan
ADVERTISEMENT
Bawaslu RI menanggapi muncul baliho memperlihatkan sosok Presiden RI-6 Susilo Bambang Yudhoyono di beberapa titik di Jakarta. Baliho ini menampilkan SBY dengan tulisan 'masih ingat saya?'.
ADVERTISEMENT
Anggota Bawaslu RI Lolly Suhenti mengatakan, pihaknya sudah melakukan kajian terhadap baliho ini. Hasilnya tidak ada unsur kampanye.
"Nah begitu ada billboard Pak SBY, maka di jajaran kami pun kemudian berdiskusi soal bagaimana caranya, karena enggak terpenuhi unsur kampanyenya aja," kata Lolly di Hotel Aryaduta, Jakarta Pusat, Selasa (13/2).
"Karena enggak ada visi misi, enggak ada citra diri, enggak ada, itu cuma tulisan kata-kata sama foto ya, tidak ada nomor partai sehingga kalau dari kacamata definisi kampanye, maka dia tidak terpenuhi unsurnya," tambah dia.
Anggota Bawaslu RI, Lolly Suhenty. Foto: Rachmadi Rasyad/kumparan
Meski begitu, Bawaslu tetap melakukan penindakan dengan cara menurunkan baliho itu. Tujuannya agar tidak ada stigma buruk di mata masyarakat.
"Tetapi Bawaslu kan diberikan mandat untuk melakukan pencegahan terhadap berbagai potensi pelanggaran. Karena itu kami kemudian meminta agar billboard ini diturunkan, gitu ya, karena ini sedang berproses, karena tidak boleh, harusnya semua orang menjaga," ucap Lolly.
ADVERTISEMENT
Lebih jauh, Lolly mengingatkan masa tenang 3 hari yakni 11-13 Februari tidak ada kampanye. Seluruh kontestan Pemilu 2024 harus memahami ini.
"Boleh atau enggak, nah dalam konteks masa tenang sesungguhnya tidak boleh ada aktivitas kegiatan kampanye Pemilu apa pun bentuknya enggak boleh. Itulah yang disebut dengan masa tenang," kata Lolly.
Baliho 'Masih Ingat Saya? Berfoto SBY di masa tenang kampanye. Foto: Ahmad Romadoni/kumparan