Begini Cara BGN Hadapi Gejolak Harga Bahan Pokok saat Nataru untuk MBG

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Wakil Kepala BGN Nanik S Deyang menjawab pertanyaan wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (20/11/2025). Foto: Zamachsyari/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Wakil Kepala BGN Nanik S Deyang menjawab pertanyaan wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (20/11/2025). Foto: Zamachsyari/kumparan

Wakil Kepala BGN Nanik S Deyang mengungkap pemerintah menyiapkan skema khusus menghadapi potensi gejolak harga bahan pokok jelang Natal dan Tahun Baru (Nataru). Salah satunya, mengganti daging sapi dengan telur puyuh pada program MBG.

"Tadi Pak Presiden pesan, 'Wah, ya, nanti kalau misalnya ini kan mau Nataru nih, mau Nataru, kemudian lebaran, ya kan. Nanti mungkin telur untuk anak-anak kita kurangi tapi diganti daging sapi, diganti telur puyuh', gitu. Supaya enggak ganggu kebutuhan masyarakat yang mau Nataru dan mau lebaran untuk kue, terutama telur ya," ujar Nanik usai mengikuti rapat bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta Pusat, Kamis (20/11).

Nanik mengatakan, kebutuhan bahan baku MBG sangat besar, sehingga pemerintah harus memastikan pasokan tidak mengganggu stabilitas harga di pasar.

"Kan program MBG ini, kan, banyak banget butuh bahan baku, ya. Kami tidak ingin nanti karena ada MBG, harga bahan makanan ini tinggi kemudian terjadi inflasi, masyarakat nanti yang kena, gitu," ucapnya.

Lebih lanjut, Nanik mengakui gejolak harga sudah mulai terlihat, terutama pada komoditas ayam, telur, dan buah.

"Ya sekarang masih, masih kecil, ya, tapi kan tanda-tanda itu mulai ada. Saya kasih contoh kalau yang SPPG-nya sudah mulai penuh di kabupaten itu sudah mulai naik. Terus yang mengkhawatirkan juga ini buah. Dulu buah ini di pasar induk aja tumpuk-tumpukan, sekarang udah susah juga nyari buah," tandas dia.