Belasan Ventilator di RSUP Ir Soekarno Hilang, Polisi Selidiki
·waktu baca 2 menit

Kepolisian Daerah Bangka Belitung (Babel) resmi menerima laporan dugaan hilangnya alat kesehatan (alkes) berupa ventilator di Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) Dr (HC) Ir Soekarno Babel. Hingga kini kasusnya sedang ditangani oleh penyidik subdit III Direktorat Reserse Kriminal Umum.
"Kemarin tanggal 3 Juli 2025, kita sudah menerima laporan dari pelapor. Soal dugaan hilangnya alat kesehatan berupa ventilator di Rumah Sakit Umum Provisni Dr (HC) Ir Soekarno," kata Kabidhumas Polda Bangbel Kombes Fauzan Sukmawansyah, Rabu (9/7).
Kini laporan tersebut ditangani oleh penyidik subdit III Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Babel.
"Berdasarakan hasil penyelidikan sementara ini. Barang bukti ventilator yang diduga hilang di RSUP itu, ada di beberapa ruangan. Seperti ruangan NICU, ruang ICU, ruang Gudang Catch Lab, ruang Picu, dan ruang COVID-19," ungkapnya.
Penyidik juga terus bekerja dan akan melihat data-data di lapangan serta pemeriksaan terhapap para saksi-saksi.
"Saat ini tim sudah turun ke RSUP untuk pengecekan TKP, termasuk memeriksa beberapa pihak dari rumah sakit. Namun untuk jumlah barang yang hilang masih di data oleh penyidik dan kita masih menunggu hasil perkembangan selanjutnya dari penyidik," jelas Fauzan.
Gubernur Babel Marah
Sebelumnya, Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Hidayat Arsani marah karena 17 unit ventilator di RSUP Dr (HC) Ir Soekarno, hilang. Ia juga mempertanyakan, kenapa bisa sampai hilang.
"Saya juga merasa aneh, kok bisa alat medis pernapasan itu bisa hilang, kan di RSUD ada CCTV-nya, kenapa bisa hilang sampai tidak ada yang tahu sama sekali," kata Hidayat Arsani saat diwawancara di rumah dinasnya, Selasa (1/7).
"Kita belum tahu pasti hilangnya, apakah disimpan di gudang atau sedang digunakan, karena sampai kini belum jelas," ungkapnya.
Ia menduga, hilangnya ventilator itu terjadi sekitar 2 tahun lalu. "Hilangnya mungkin sudah lama, kurang lebih 2 tahun ini, tapi baru terbongkar sekarang kan aneh, Begitu saya masuk dan menjadi gubernur baru tahu alat-alat itu hilang," ucapnya.
Ia menambahkan, seharusnya di RSUP Ir Soekarno ada 24 unit ventilator. Namun yang tersisa kini 7. Selain itu, ada item lain juga yang sekarang tak terlihat, totalnya 40.
Kata dia, jika saat ini pihaknya sudah mulai turun bersama instansi ke lapangan untuk pengecekan barang-barang yang hilang tersebut.
"Kita juga sudah mulai turun bersama ke lapangan untuk pengecekan barang-barang yang hilang dan kita juga sudah laporkan hal ini ke Polda Babel, cuma belum ada kabar, karena baru dilapor," ujar Hidayat
