BGN soal Belalang dan Ulat Sagu Jadi Menu MBG: Hanya di Daerah Tertentu

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
belalang goreng Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
belalang goreng Foto: Shutterstock

Badan Gizi Nasional disorot setelah berencana memasukkan belalang dan ulat sagu ke dalam menu Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menjelaskan, pihaknya memang tidak menetapkan standar menu untuk MBG karena yang diutamakan adalah nilai gizi dari makanan.

"Sepertinya semua salah menangkap. Konteksnya BGN tidak menetapkan standar menu nasional, tapi menetapkan standar komposisi gizi," kata Dadan kepada wartawan, Selasa (28/1).

Ulat Sagu Goreng Foto: Mela Nurhidayati/kumparan

Oleh sebab itu, Dadan mengatakan dalam setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi MBG, ada ahli gizi yang akan menyesuaikan kebutuhan dari siswa daerah tersebut.

"Oleh karena itu harus ada ahli gizi di setiap SPPG agar sumber potensi sumber daya lokal dan kesukaan serta kebiasaan masyarakat lokal dapat diakomodir, jika diinginkan," ucap dia.

Dadan menuturkan, mengenai masalah menu belalang dan ulat sagu, tidak akan diterapkan di seluruh wilayah. Sebab, ada beberapa daerah yang memang terbiasa mengkonsumsi belalang dan ulat sau sebagai sumber protein.

Artinya, belalang goreng dan ulat sagu ini bisa menjadi menu jika diinginkan oleh anak-anak di daerah tertentu,

"Saya tahu, ada daerah-daerah tertentu yang biasa makan serangga sebagai sumber protein," tandasnya.

kumparan post embed