BNN Musnahkan 6 Hektare Ladang Ganja di Aceh Besar

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Bibit ganja yang disita oleh aparat (Foto: Rahmad/Antara)
zoom-in-whitePerbesar
Bibit ganja yang disita oleh aparat (Foto: Rahmad/Antara)

Badan Narkotika Nasional (BNN) pusat memusnahkan ladang ganja seluas enam hektare di kawasan pegunungan Indrapuri, kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh. Dibantu BNNP Aceh, petugas mencabut batang ganja setinggi sekitar 1,5 meter tersebut.

Kasubdit Narkotika Alami Direktorat Narkotika BNN, Kombes Anggoro Sukartono mengatakan, penemuan ladang ganja tersebut adalah yang ketiga kalinya di tiga koordinat dari lima koordinat yang ditemukan Lembaga Riset dan Penerbangan Nasional.

"Tiga titik yang sudah kita temukan ini adalah satu titik di Lamteuba, dan dua di Indrapuri," kata Kasubdit Narkotika Alami Direktorat Narkotika BNN Kombes Anggoro Sukartono dalam keterangannya, Senin (7/5).

Pemusnahan lahan ganja 6 hektar di Aceh. (Foto: Zuhri Noviandi/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Pemusnahan lahan ganja 6 hektar di Aceh. (Foto: Zuhri Noviandi/kumparan)

Ladang ganja yang ditemukan kali ini di atas lahan seluas sekitar enam hektare. Beberapa hari yang lalu petugas BNN juga sudah memusnahkan satu titik, namun yang dimusnahkan hari ini berada di lokasi yang baru yaitu di Indrapuri.

"Dari hasil hitungan, ladang ganja yang kita temukan seluas 6 hektare ini, berjumlah sekitar 30 ton ganja basah. Kalau kering bisa dikurangi kadar air," tuturnya.

Kendati demikian, dalam pemusnahan ini petugas tidak menemukan pemilik lahan. BNN hanya menemukan ganja kering yang ditinggal pelaku. Ganja basah berjumlah 30 ton itu, selanjutnya dimusnahkan di lokasi. Setelah dicabut, ganja itu langsung dibakar.

Anggoro mengatakan, jarak tempuh yang dilakukan untuk sampai ke lokasi memakan waktu sekitar dua jam perjalanan karena kondisi jalan yang licin.

Pemusnahan lahan ganja 6 hektar di Aceh. (Foto: Zuhri Noviandi/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Pemusnahan lahan ganja 6 hektar di Aceh. (Foto: Zuhri Noviandi/kumparan)

Setiba di lokasi petugas BNN kemudian membagi tim untuk mencabut batang-batang ganja. Saat proses pemusnahan, hujan deras tiba-tiba mengguyur mereka.

Terpaksa cari tempat berlindung dan sebagian mengenakan mantel. Pemusnahan baru dapat dilakukan setelah hujan reda," kata dia.