BNPB: Ada Warga di Sumatera Lebih Pilih Bantuan Rp 600 Ribu Dibanding Huntara

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kondisi jalanan dan rumah warga di sekitar Sungai Muara Pisang, Nagari Maninjau, Sumatera Barat pascabanjir pada Kamis (1/1). Foto: Abid Raihan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Kondisi jalanan dan rumah warga di sekitar Sungai Muara Pisang, Nagari Maninjau, Sumatera Barat pascabanjir pada Kamis (1/1). Foto: Abid Raihan/kumparan

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut tidak seluruh warga terdampak banjir dan longsor di Sumatera memilih menempati hunian sementara (huntara). Sebagian masyarakat memilih menerima Dana Tunggu Hunian (DTH) sesuai usulan pemerintah daerah.

Kapusdatinkom BNPB Abdul Muhari mengatakan, pilihan tersebut merupakan keputusan warga di masing-masing kabupaten/kota terdampak dan difasilitasi pemerintah.

“Ada beberapa kabupaten kota yang masyarakatnya tidak memilih di huntara, ini kita dukung dengan DTH, dana tunggu hunian,” kata Abdul Muhari dalam konferensi pers di Graha BNPB, Jakarta Timur, Jumat (2/1/2026).

Ia menjelaskan, penyaluran DTH dilakukan bertahap dan tidak menunggu seluruh pendataan selesai. Data yang telah ditetapkan melalui Surat Keputusan (SK) pemerintah daerah langsung diproses untuk pencairan.

“Pendataan terus dilakukan, dan kita tidak menunggu pendataan selesai baru kita cairkan. Bertahap data yang sudah masuk itu rekening dibuka, kemudian divalidasi datanya dengan Dukcapil,” ujarnya.

Muhari menyebut, setelah data dinyatakan sesuai, masyarakat dapat langsung mencairkan bantuan tersebut.

“Data sesuai, masyarakat bisa mencairkan dana tunggu huniannya,” tambahnya.

Di Gayo Lues, hingga saat ini DTH telah disalurkan kepada 800 kepala keluarga (KK) dari total 11.371 KK yang diusulkan. Penyaluran ini merupakan tahap awal dan akan terus berlanjut seiring masuknya data tambahan dari pemerintah daerah.

Sementara di Sumatera Utara, dari 4.502 KK yang diusulkan, sekitar 50 persen telah menerima DTH dalam dua hingga tiga hari pertama penyaluran.

“Petugas di lapangan cukup aktif dan gesit untuk menjangkau titik-titik pengungsian masyarakat, sehingga dari 4.502 KK yang diusulkan, sekitar 2.543 KK sudah tersalur,” kata Muhari.

Adapun di Sumatera Barat, dari 2.227 KK yang telah ditetapkan melalui SK pemerintah daerah, sebanyak 1.291 KK telah menerima Dana Tunggu Hunian hingga hari ketiga penyaluran.

“Hari ketiga itu sudah lebih dari setengah dari jumlah yang diusulkan,” ujarnya.

BNPB menargetkan seluruh penyaluran DTH tahap pertama dapat diselesaikan hingga akhir pekan atau awal pekan berikutnya.