Bupati Jeneponto Diduga Ribut dengan Warganya, Kemendagri Bakal Minta Penjelasan

22 Maret 2025 20:13 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Wamendagri Bima Arya di kompleks Akmil, Magelang, Jawa Tengah, Rabu (26/2/2025). Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Wamendagri Bima Arya di kompleks Akmil, Magelang, Jawa Tengah, Rabu (26/2/2025). Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan
ADVERTISEMENT
Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya merespons soal ramainya video di media sosial yang memperlihatkan Bupati Jeneponto Paris Yasir mengamuk di jalanan seusai dilantik jadi Bupati.
ADVERTISEMENT
Ia mengatakan, pihaknya akan meminta penjelasan dari Paris terkait video tersebut.
"Kami akan minta penjelasan dari beliau," kata Bima saat dihubungi, Sabtu (22/3).
Bima menekankan bahwa setiap kepala daerah harus dapat mengayomi seluruh warganya dari latar belakang apa pun.
"Sepatutnya pimpinan di daerah menjaga lisan, mengayomi seluruh warga, menciptakan suasana yang sejuk dan berdiri serta melayani seluruh warga tanpa terkecuali, apa pun asalnya dan pilihan politiknya," ucap dia.
Sebelumnya, ramai video Paris Yasir mengamuk di jalanan seusai dilantik jadi Bupati Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan (Sulsel).
Paris terlihat mengenakan setelan putih-putih yang dipadu dengan dasi hitam. Ia keluar dari jendela mobil kemudian duduk sembari mengacungkan dua jari kepada warga.

Klarifikasi Tim Pemenangan Paris Yaris

Tim pemenangan Paris Yaris, Sudirman Sappara, angkat bicara soal video viral tersebut.
ADVERTISEMENT
Kata dia, insiden berawal saat rombongan Bupati dan Wakil Bupati Jeneponto, Paris Yasir-Islam Iskandar menuju Rujab Bupati Jeneponto, setelah dilantik oleh Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman di Kota Makassar pada Jumat (21/3).
Saat rombongan di Kecamatan Bangkala, tiba-tiba dihadang oleh warga. “Ada warga yang adang kemudian teriak-teriak yang tidak enak didengar, bahkan menyinggung perasaan,” kata Sudirman saat dikonfirmasi wartawan, Sabtu (22/3).
Paris turun dari mobil untuk meredam emosi simpatisannya yang juga tersinggung dengan perkataan pemuda itu.
“Untuk redam simpatisan dan juga pak Bupati bertanya kepada warga itu (yang mengadang),” sambungnya.
Alhasil, keributan itu berhasil diredam dan perjalanan Paris dilanjutkan ke Rujab Bupati Jeneponto.
“Setelah itu pemuda diamankan Pak Bupati melanjutkan perjalanan ke rumah jabatan Bupati untuk melaksanakan buka puasa bersama dengan masyarakat Jeneponto yang sejak lama menunggu,” kata dia.
ADVERTISEMENT