Cerita Ayah David Ozora Ditawari Damai Oleh Pihak Mario saat Sang Anak Dirawat

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
David Ozora saat berjalan di lorong Rumah Sakit Mayapada, Jakarta Selatan, Minggu (16/4/2023).  Foto: Walda/ANTARA
zoom-in-whitePerbesar
David Ozora saat berjalan di lorong Rumah Sakit Mayapada, Jakarta Selatan, Minggu (16/4/2023). Foto: Walda/ANTARA

Jonathan Latumahina, ayah David Ozora mengaku sempat beberapa kali mendapatkan tawaran damai dari pihak Mario Dandy Satriyo soal kasus penganiayaan yang menimpa anaknya.

Hal tersebut diungkapkan Jonathan melalui akun Twitter pribadinya @seeksixsuck. kumparan telah meminta izin untuk mengutip utas tersebut.

Peristiwa ini bermula pada 20 Februari 2023. Saat itu, Jonathan tengah berada di RS Medika Permata Hijau untuk mengurus anaknya yang baru dianiaya secara brutal.

"Saat di RS medika gue ditempel orang-orang gajelas yang ngajak damai. Beberapa kali gue diamkan, bukan mereda tapi makin banyak mereka datang," kata Jonathan, dikutip Rabu (3/5).

X post embed

Dalam benaknya langsung terpikirkan bahwa pelaku penganiayaan David tidak berasal dari kalangan biasa.

"Gue langsung mikir 'ini pelaku pasti orang kuat, orang suruhannya sebanyak ini'," ungkap dia.

"Hingga gue akhirnya teriaki mereka: 'lu siapa!!! lu angkatan???' (Karena badannya tegap-tegap). Terus gue sampaikan: 'kasih tau bosmu, nama gue Jonathan dan gak akan ada damai' terus gue kembali urus David," imbuh Jonathan.

Setelah kembali menemani David, Jonathan lagi-lagi diminta untuk menemui seseorang yang disebut punya urusan penting. Namun, ketika ditemui, mereka adalah orang yang sama dengan yang mengajak damai sebelumnya.

"Sialan bener, yang dibawah ternyata orang tadi + 4 orang yang katanya keluarganya dan ngajak damai. Langsung gue usir orang-orang itu dan gue balik ke ICU," tutur dia.

Asuransi Sempat Tak Dapat Diklaim

Jimi Multhazam saat menjenguk David Ozora. Foto: Instagram/@jimi_multhazam

Jonathan yang kembali ke ruang ICU dipanggil oleh petugas administrasi lantaran asuransi yang digunakan tak dapat diklaim. Hal ini terjadi lantaran dari kronologi yang diberikan menyebut David yang memulai perkelahian.

"Gue kejar dan telusuri, darimana ini masuk report seperti ini? Siapa yang nulis kronologi ini? Pihak RS bilang dari Polsek Pesanggrahan. Gue langsung ingatkan Sahabat-sahabat Banser untuk potensi masuk angin," kata Jonathan.

Beruntung tim dari LBH Ansor bisa meluruskan kronologi penganiayaan yang sebenarnya terjadi. Asuransi David pun akhirnya bisa diklaim.

Keesokan harinya pada 21 Februari 2023, Jonathan mendapat informasi bahwa mobil Jeep Rubicon berpelat B 120 DEN yang digunakan para pelaku penganiayaan: Mario Dandy, Shane Lukas dan perempuan A, hilang dari Polsek Pesanggrahan.

"Yang aneh adalah mobil itu tiba-tiba ilang, dan ketika kami tanya ke polisi polsek pesanggrahan dijawab 'baru buat jemput saksi'," ungkapnya.

Dia pun bertanya-tanya perihal ini. Apalagi saksi yang dimaksud adalah perempuan berinisial A.

Tersangka kasus penganiayaan David Ozora, Mario Dandy Satriyo, Shane Lukas Rotua dan pemeran A saat menjalani rekonstruksi di kawasan Pesanggrahan, Jakarta Selatan, pada Jumat (10/3/2023). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Pada malam harinya, mobil itu, kata Jonathan, muncul lagi di Polsek Pesanggrahan. Disebut, Jeep Rubicon itu dikemudikan perempuan A. Terlebih, pelat nomor yang digunakan juga berubah menjadi B 2571 PBP.

Mario dkk yang diperiksa di Polsek Pesanggrahan pun disebut Jonathan menganggap remeh.

"Mario, Agnes, Shane merasa Polsek Pesanggrahan cuma tempat nongkrong sesaat sebelum papanya keluarin mereka. Bisa main gitar, nyanyi-nyanyi dan dilihat banyak saksi, termasuk Ibu N (yang nolong David) saat diperiksa di Polsek sesaat setelah Agnes datang," terangnya.

Saat itu pun, ibu dari Mario datang menemui Jonathan. Tawaran damai kembali diterimanya.

Tersangka kasus penganiayaan David Ozora, Shane Lukas Rotua dan Mario Dandy Satriyo menjalani rekonsruksi di kawasan Pesanggrahan, Jakarta Selatan, pada Jumat (10/3/2023). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

"Malam itu ibunya Mario datang nemuin gue di RS ngajak damai, gue suruh pulang. Dia datang sama Kristo (kakaknya Mario) dan Dolfi (pengacaranya yang sekarang di kick)," tulisnya.

Tawaran damai juga tidak berhenti disitu. Jonathan keesokannya bahkan langsung didatangi oleh ayah Mario, Rafael Alun.

"Malam selanjutnya Rafael datang juga, sama ngajak damai. Gak akan ada damai-damai, gue akan lawan sampai kapanpun," tegas Jonathan.

Terlebih, tawaran damai ini tak hanya disampaikan melalui Jonathan langsung. Melainkan, teman dekatnya juga.

"Gak cuma sampe sini, mereka juga deketin temen-temen deket gue buat dikasi duit. Gue mah bodoamat, yang nerima dia biar jadi urusan dia," ucapnya.