News
·
9 Oktober 2019 19:55

Cerita Warga Purwakarta saat Batu Raksasa Menggelinding: Ada Ledakan

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Cerita Warga Purwakarta saat Batu Raksasa Menggelinding: Ada Ledakan  (8893)
Batu besar yang menimpa rumah warga Desa Sukamulya, Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Foto: ANTARA/Ali Khumaini
Sejumlah warga Desa Sukamulya, Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, menyatakan sempat mendengar ledakan sebelum terjadinya peristiwa menggelindingnya batu raksasa ke permukiman pada Selasa (8/10).
ADVERTISEMENT
"Kalau suara ledakan sebenarnya itu sering didengar, karena kita tahu ada kegiatan pertambangan," kata Asep, salah seorang warga Desa Sukamulya, di Purwakarta, Rabu (9/10).
Warga kaget karena setelah terdengar suara ledakan, tiba-tiba bongkahan batu berukuran besar menggelinding ke bawah hingga menimpa 7 rumah warga dan satu madrasah.
Saat kejadian, kata Asep, warga setempat kaget dan berteriak histeris setelah melihat dari atas tebing menggelinding batu besar ke arah permukiman.
Peristiwa itu terjadi akibat aktivitas pertambangan di dekat permukiman warga. Perusahaan pertambangannya adalah PT Mandiri Sejahtera Sentra (MSS).
Salah seorang warga lainnya, Dodi (37) juga merasakan hal yang sama. Dodi mengatakan ada suara gemuruh dari atas bukit.
Dodi menjadi salah satu dari 7 warga yang rumahnya rusak terhantam batu raksasa. Dodi pada saat kejadian tidak berada di rumah. Dia sedang berada di rumah tetangganya.
Cerita Warga Purwakarta saat Batu Raksasa Menggelinding: Ada Ledakan  (8894)
Dodi, salah satu warga Purwakarta yang rumahnya hancur tergilas batu raksasa. Foto: Dok. Istimewa
Saat mengetahui rumahnya rusak, Dodi bergegas pulang. Dia khawatir dengan istrinya yang saat itu sedang mencuci di rumahnya. Dodi kaget karena ada batu yang lebih besar dari rumahnya menghancurkan kediamannya.
ADVERTISEMENT
"Yang saya ingat istri dan anak. Istri lagi nyuci saat kejadian sekitar pukul 11.30 WIB," ujar dia. "Tapi Alhamdulillah anak dan istri saya selamat".
Rumah Dodi luluh lantak karena terjangan batu raksasa. Kini, dia harus mengungsi ke kediaman orang tuanya yang kebetulan tak jauh dari rumahnya.
"Pokoknya pihak perusahaan harus bertanggung jawab. Mengganti semua yang rusak di kampung," ujar dia.
Dodi mengatakan peristiwa ini diakibatkan kelalaian perusahaan. Menurut dia, aktivitas PT MSS sudah lama dan tak pernah ada musibah runtuhnya bongkahan batu besar hingga ke permukiman warga.
"Ini murni kelalaian, sudah bertahun-tahun perusahaan ada, tapi kenapa baru kali ini peristiwa itu terjadi," ujar Dodi. "Seharusnya sebelum peledakan dinamit dilaksanakan, perusahaan memeriksa di sekitar lokasi".
ADVERTISEMENT