Cerita WNI di Iran usai Serangan Israel: Biasa Saja, Tidak Ada Kepanikan

19 April 2024 17:58 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ilustrasi kota di Iran. Foto: Dok. Ismail Amin
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kota di Iran. Foto: Dok. Ismail Amin
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Seorang Warga Negara Indonesia di Iran menceritakan kondisi terkini selepas isu serangan Israel di Isfahan. Dia menyatakan bahwa suasana di Iran tetap kondusif.
ADVERTISEMENT
Laporan mengenai serangan Israel ke Iran disampaikan oleh seorang pejabat Amerika Serikat yang namanya dirahasiakan. Sedangkan Israel masih bungkam terkait serangan itu.
Dalam wawancara daring bersama kumparan, Ismail Amin, mahasiswa S3 Universitas Internasional Al-Mustafa Iran, menjelaskan bahwa meskipun ada ketegangan dan laporan serangan, masyarakat Iran berada dalam kondisi aman.
Ismail berada di kota Qom, sekitar 100 km dari Teheran dan 200 km dari Isfahan.
"Qom adalah tempat di mana terbanyak jumlah warga negara Indonesia di Iran," ungkapnya kepada kumparan, Jumat (19/4).
Saat ditanya soal isu serangan Israel, Ismail mengatakan kondisi warga Iran baik-baik saja.
"Biasa-biasa saja tidak ada kepanikan, tidak ada kecemasan. Juga aktivitas berjalan normal, tidak ada sekolah yang diliburkan. Pusat-pusat perbelanjaan tetap ramai, kantor-kantor juga tetap aktif," ungkapnya.
ADVERTISEMENT
Dia menambahkan, WNI di Iran juga beraktivitas seperti biasa. Mereka saling bertukar kabar dan memastikan semuanya dalam kondisi aman.
Ismail turut membagikan gambaran situasi di Isfahan, kota yang diduga jadi ancaman penyerangan Israel.
"WNI di Isfahan aman-aman saja. Tidak ada laporan ledakan atau kejadian serius lainnya," tambahnya.
Pemerintah Iran mengakui adanya suara dentuman atau drone di sana. Akan tetapi menolak menyebut dentuman itu sebagai serangan musuh.
Ilustrasi perempuan Iran. Foto: Grigvovan/Shutterstock
Pihak Iran, kata Ismail, telah meningkatkan kewaspadaan terutama di wilayah-wilayah penting seperti pangkalan militer dan instalasi nuklir di Isfahan. Namun, tidak ada imbauan khusus dari pemerintah atau militer untuk mengambil tindakan ekstra.
Sementara itu, KBRI Teheran telah aktif dalam memberikan koordinasi dan informasi kepada WNI di Iran. Mereka telah menetapkan siaga 2, yakni kondisi relatif aman tetapi WNI diminta untuk tetap waspada.
ADVERTISEMENT
"Kami diminta untuk menyiapkan dokumen dan perlengkapan penting untuk evakuasi jika diperlukan," ungkap Ismail.
Terkait evakuasi, Ismail tidak memberikan detail spesifik karena itu dianggap sebagai informasi yang sensitif. Namun, KBRI telah menetapkan rencana evakuasi jika situasi memburuk dan keamanan WNI terancam.
Sementara Iran dan Israel masih di ambang ketegangan, WNI di Iran tetap memantau situasi dengan hati-hati dan bersiap menghadapi segala kemungkinan.