Cerita WNI di Malaysia saat Lockdown: Hampir Enggak Liat Orang Jalan Kaki

kumparanNEWSverified-green

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Suasana highway Kuala Lumpur-Petaling Jaya, Malaysia. Foto: Dok. Indra Waskito
zoom-in-whitePerbesar
Suasana highway Kuala Lumpur-Petaling Jaya, Malaysia. Foto: Dok. Indra Waskito

Pemerintah Malaysia telah menutup akses masuk ke negaranya alias lockdown sejak Rabu (18/3).

Muhammad Surya, salah satu warga negara Indonesia (WNI) mengatakan, Malaysia menjadi lebih sepi karena lockdown.

"Bus-bus yang jalan juga keliatan cuman 4-7 orang di dalamnya," ujar Surya kepada kumparan, Kamis (19/3).

Menurut Surya, lockdown membuat antrean di warung-warung sayur di Malaysia lebih panjang.

kumparan post embed

Selain itu, perkantoran, sekolah dan masjid yang tutup semakin menambah susana sepi di Malaysia.

"Take away di semua warung makan, itu aja paling bedanya," ujar Surya.

Petugas keamanan berkumpul di depan Menara Petronas di Kuala Lumpur, Malaysia. Foto: REUTERS/Matthew Tostevin

Di Malaysia, Surya bekerja di sebuah perusahaan konsultan. Saat ini ia bekerja dari apartemennya di daerah Bangsar South, Kuala Lumpur, hal itu ia lakukan karena kantornya memberlakukan work from home (WFH) selama Negeri Jiran itu lockdown.

Kondisi sepinya Malaysia juga diceritakan oleh Indra Waskito, seorang WNI yang bekerja di sebuah perusahaan konsultan di Malaysia.

"Gue tinggal di pinggir highway Kuala Lumpur-Petaling Jaya emang tergolong sepi setelah lockdown," ujar Indra kepada kumparan, Kamis (19/3).

kumparan post embed

Menurut Indra, biasanya jalanan di depan tempat tinggalnya padat kendaraan, terutama di jam-jam sibuk.

"Cuma lihat mobil, truk sama motor aja yang sliweran. Orang jalan kaki gue hampir enggak liat sama sekali," ujar Indra.

Ia pun kini menjadi lebih sering mendengar suara sirine, baik dari ambulance atau mobil polisi.