Corona Dunia: Korsel Longgarkan Social Distancing; Pandemi di Brasil Memburuk
ยทwaktu baca 3 menit

Virus corona di dunia belum hilang. Sejumlah negara masih terus melakukan upaya agar dampak dari virus terebut berkurang. Salah satunya dengan vaksinasi.
Ada beberapa negara yang angka vaksinasinya sudah tinggi sehingga dapat melonggarkan kebijakan protokol kesehatan. Namun ada pula negara yang belum mencapai jumlah tinggi dalam vaksinasi dan membuat negara itu menjadi semakin parah seperti Brasil.
Berikut kumparan rangkum sejumlah berita terkait penanganan corona di dunia:
Inggris Pertimbangkan Hapus Isolasi bagi Warga Sudah Terima 2 Dosis Vaksin
Inggris mulai mempertimbangkan mencabut aturan isolasi mandiri bagi yang sudah menerima dua dosis vaksin COVID-19.
Usulan itu diutarakan Menkes Matt Hancock. Dia menyebut, pihaknya kini sedang meneliti apakah orang yang kontak dengan kasus corona namun sudah divaksin masih butuh isolasi mandiri atau tidak.
"Kami menguji pendekatan jika kalian sudah menerima dua dosis vaksin, dibanding kalian harus isolasi mandiri jika terpapar corona, lebih baik kalian ikut aturan tes," kata Hancock dalam wawancara dengan BBC, seperti dikutip dari Reuters.
Terkait kapan pengujian rampung, Hancock tidak memberikan jawaban. Hancock cuma meminta masyarakat Inggris bersabar menunggu pengumuman soal pertimbangan pencabutan isolasi mandiri.
Vaksinasi Capai 29,2 Persen, Korsel Longgarkan Social Distancing di Seoul
Pemeritah Korea Selatan akan melonggarkan social distancing. Rencananya, kebijakan tersebut mulai berlaku pada 1 Juli di wilayah Seoul dan sekitarnya.
Relaksasi social distancing diumumkan Pemerintah Korsel pada Minggu (20/6/2021). Pengumuman tersebut disampaikan seiring angka vaksinasi di Korsel yang semakin tinggi.
Sampai saat ini sudah 29,2 persen warga Korsel yang divaksin. Korsel menargetkan 70 persen warga menerima vaksin pada September 2021.
Pelayan di Bandara Tertular Varian Delta, Ratusan Penerbangan di Shenzhen Batal
Bandar udara di kota Shenzhen China membatalkan ratusan penerbangan. Otoritas setempat juga memperketat aturan masuk bandara sejak akhir pekan lalu.
Kebijakan diambil usai seorang pelayan restoran di Bandara Internasional Shenzhen Baoan terinfeksi virus corona varian delta. Varian yang pertama kali muncul di India lebih menular dan mematikan.
Atas penemuan kasus tersebut otoritas bandara, Shenzhen Airport Group, memberlakukan berbagai kebijakan ketat. Salah satunya, semua orang yang masuk area bandara harus menunjukkan surat keterangan negatif COVID-19 minimal 48 jam.
China Setujui Penggunaan Darurat Vaksin Sinovac untuk Anak
Pemerintah China menyetujui penggunaan darurat vaksin COVID-19 Sinovac untuk anak usia 3 sampai 17 tahun.
Keterangan itu disampaikan Chairman Sinovac, Yin Weidong, akhir pekan lalu. Dengan persetujuan tersebut China akan segera memperluas pemberian vaksin COVID-19 ke hampir seluruh warganya.
Meski begitu Yin masih belum tahu kapan vaksinasi anak akan mulai disuntikkan. Dimulainya program tersebut tergantung dengan keputusan lembaga terkait yang mempunyai wewenang.
Kematian COVID-19 di Brasil Tembus 500 Ribu Jiwa, Pandemi Corona Bakal Memburuk
Jumlah kematian akibat COVID-19 di Brasil pada akhir pekan tembus 500 ribu jiwa lebih. Ahli kesehatan memperingatkan krisis virus corona di Negeri Samba bakal memburuk.
Prediksi itu didasari dua hal penting. Sampai saat ini, vaksinasi di Brasil masih rendah. Keadaan diperparah dengan enggannya pemerintah kembali memberlakukan pembatasan kegiatan semisal social distancing.
Hingga akhir Juni 2021, baru 11 persen warga Brasil yang mendapat dosis penuh vaksin. Para epidemiolog Brasil mengkhawatirkan saat Musim Dingin virus akan makin menyebar, dan kematian kian banyak meski sudah lebih banyak warga divaksin.
