Cuitan Donald Trump Malah Memperburuk Seteru Saudi-Qatar

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
4
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Presiden Donald Trump di NATO (Foto: REUTERS/Jonathan Ernst)
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Donald Trump di NATO (Foto: REUTERS/Jonathan Ernst)

Amerika Serikat memang mengatakan akan mengakurkan Arab Saudi dan Qatar secara diam-diam, namun perkataan Donald Trump malah menunjukkan sebaliknya. Melalui cuitannya di Twitter, Presiden AS itu malah berpotensi memperburuk konflik negara-negara Timur Tengah.

Dalam cuitannya pada Selasa (7/6), Trump menyatakan keberpihakannya kepada Arab Saudi dan sekutunya, dan menyebut Qatar sebagai pendana terorisme. Menurut Trump, pemutusan hubungan diplomatik antara Saudi dan Qatar adalah berkat kunjungannya ke Riyadh bulan lalu.

"Menyenangkan melihat kunjungan ke Arab Saudi bertemu dengan Raja dan 50 negara telah terbayarkan. Mereka mengatakan akan mengambil langkah tegas untuk pendana terorisme, dan semua referensi menunjuk kepada Qatar. Mungkin ini adalah awal dari akhir horor terorisme!" tulis Trump.

[Baca juga: Qatar vs Saudi: Semua yang Perlu Anda Tahu]

X post embed

X post embed

Komentar Trump ini bertolak belakang dengan pernyataan sumber pemerintahan kepada Reuters sehari sebelumnya. Sumber mengatakan, AS akan diam-diam mendamaikan kedua kubu yang memiliki peran penting di kawasan.

[Baca juga: Dimusuhi Saudi, Qatar Ternyata Sangat Penting bagi AS]

Pernyataan juru bicara Gedung Putih Sean Spicer juga lebih lunak dibanding Trump. Dia mengatakan bahwa AS telah berkomunikasi dengan semua pihak di Timur Tengah untuk menyelesaikan "masalah ini dan memulihkan kerja sama."

"AS ingin melihat ketegangan mereda dan diselesaikan secepatnya, sesuai dengan prinsip yang disampaikan presiden dalam hal melawan pendanaan teroris dan ekstremis," kata Spicer.

Komentar berbeda juga disampaikan oleh Kementerian Pertahanan AS, Pentagon. Jika Trump menuding Qatar sebagai pendana teroris, maka Pentagon malah memuji Qatar.

Donald Trump dan Raja Salman (Foto: REUTERS/Jonathan Ernst)
zoom-in-whitePerbesar
Donald Trump dan Raja Salman (Foto: REUTERS/Jonathan Ernst)

Betapa tidak, ada pangkalan militer AS dengan 8.000 personel di Qatar. Dalam komentarnya, Pentagon memuji Qatar karena menerima tentara AS dan "mempertahankan komitmen bagi keamanan regional."

Total ada 8 negara, yaitu Arab Saudi, Bahrain, Uni Emirat Arab, Mesir, Libya, Yaman, Maladewa, dan Mauritius, yang memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar.

[Baca juga: Qatar Siap Berunding dengan Saudi di Bawah Mediasi Kuwait]

Pemerintah Qatar disebut mendukung terorisme dan pro-Iran. Ke-8 negara itu langsung menutup wilayah udara, laut, dan darat mereka dari maskapai Qatar.

Belakangan setelah melontarkan cuitan yang menyinggung Qatar, Trump dilaporkan menelepon Raja Salman di Arab Saudi. Dalam percakapan itu, ucapan Trump berbanding terbalik dengan apa yang ada di Twitter, lebih sejuk.

"Pesannya (Trump) adalah perlunya persatuan di kawasan untuk memerangi ideologi ekstremis dan pendanaan teroris. Penting bagi negara-negara Teluk untuk bersatu demi perdamaian dan keamanan di kawasan," ujar pejabat senior AS kepada Reuters.