Dekan FK UI: Masalah RI Bukan Kurang Dokter, tapi Pemerintah Harus Ada Dana
ยทwaktu baca 2 menit

Kebutuhan tenaga kesehatan seperti dokter di masa darurat COVID-19 semakin tinggi. Belakangan muncul usulan agar penambahan dokter dipercepat.
Wakil Ketua Umum PB IDI Slamet Budiarto mengatakan, ribuan mahasiswa kedokteran yang belum lulus Uji Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter (UKMPPD) harus segera diluluskan. Hal itu agar mereka bisa membantu menangani pasien COVID-19.
Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FK UI) Prof Dr dr Ari Fahrial Syam menanggapi usulan itu. Menurutnya, permasalahan saat ini bukanlah jumlah dokter yang sedikit, tetapi tidak adanya dana untuk membayar tenaga kesehatan.
"Secara aturan itu sudah pasti tidak (meluluskan), tapi di sisi lain pemerintah harus mengeluarkan dana untuk menggerakkan dokter-dokter ini, yang sekarang saja insentif dokter saja masih banyak yang belum dapat, relawan-relawan itu, jadi itu masalahnya," kata Ari pada kumparan, Rabu (7/7).
"Bukan masalah mau banyak-banyakan [dokter]. Banyak [dokter] juga kalau nggak ada duitnya, juga nggak bisa digerakkan," tegas Ari.
Ari menegaskan, permasalahan saat ini ada dalam pembayaran insentif relawan dokter yang belum dilunasi. Menurutnya, apabila hal tersebut bisa dituntaskan, maka akan banyak dokter yang bisa dipekerjakan.
Sehingga, kurangnya dokter tidak tidak perlu dipecahkan dengan cara segera meluluskan para calon dokter.
"Problem utama saat ini adalah pemerintah harus mengeluarkan dana untuk membayar insentif para relawan dan mempersiapkan dana untuk mempekerjakan dokter, itu saja masalahnya. Kalau duit itu ada, dokter pasti banyak bekerja, jadi nggak ada urusannya mau meluluskan," ucap Ari.
Ari berpendapat, jika usulan segera meluluskan calon dokter tersebut direalisasikan, hasilnya juga akan sia-sia. Sebab kendala utama seperti pembayaran dokter belum diselesaikan.
Itu pun just in case, okelah diluluskan juga. Kalau enggak ada duitnya bagaimana dokter mau bekerja. Relawan dokter itu kan perlu makan juga.
-Prof Dr dr Ari Fahrial Syam
"Wacana [mempercepat kelulusan calon dokter] itu rasanya tidak perlu, namanya dokter dia harus selesai semua tahapan untuk disebut dokter, termasuk UKMPPD," tutup Ari.
Besaran Insentif Dokter per Bulan
Menkes Budi Gunadi Sadikin mengakui bahwa insentif tenaga kesehatan (nakes) di masa pandemi corona di sejumlah daerah masih banyak tunggakan. Upaya pencairan dana terus digenjot.
Adapun besaran insentif per bulan kepada dokter spesialis sebesar Rp 15 juta. Peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis Rp 12,5 juta. Dokter umum atau dokter gigi sebesar Rp 10 juta. Bidan dan perawat sebesar Rp 7, 5 juta serta tenaga medis lain Rp 5 juta.
