Denmark dan Norwegia Tutup Kedubes di Afghanistan, Spanyol Mulai Repatriasi
ยทwaktu baca 2 menit

Sejumlah negara mulai menutup kedutaan besarnya di Kabul, Afghanistan, menyusul semakin mencekamnya kondisi keamanan akibat meluasnya pemberontakan kelompok Taliban.
Negara-negara Nordik mulai melakukan repatriasi dan penutupan kantor kedubes sementara. Denmark dan Norwegia akan menutup sementara kantor kedubes di Kabul. Finlandia akan membantu mengevakuasi 130 pekerja Afghanistan.
"Orang Denmark di Afghanistan harus segera meninggalkan negara itu, situasinya sangat serius," kata Menlu Denmark, Jeppe Kofod, pada konferensi pers, seperti dikutip dari AFP, Sabtu (14/8).
Kofod menambahkan semua pegawai kedutaan akan dievakuasi dan operasional akan ditutup sementara.
Norwegia juga mengupayakan langkah yang sama. Menlu Norwegia, Ine Eriksen Soreide, mengatakan pada konferensi pers bahwa evakuasi akan tersedia bagi warga Norwegia maupun warga Afghanistan yang dipekerjakan warga Norwegia di Kabul.
Sementara itu, Menlu Finlandia, Pekka Haavisto, mengatakan parlemen telah setuju untuk menerima hingga 130 warga Afghanistan yang telah bekerja untuk Finlandia, Uni Eropa, dan NATO bersama dengan keluarga mereka karena situasi keamanan yang buruk.
Haavisto mengatakan, Kedubes Finlandia akan tetap buka untuk saat ini, tergantung pada evaluasi keamanan yang sedang berlangsung.
Kemudian, Menlu Swedia, Ann Linde, mengatakan negara itu akan mengurangi kehadiran diplomatiknya di Afghanistan untuk saat ini, tetapi persiapan untuk evakuasi staf kedutaan sedang berlangsung.
Pengumuman itu datang ketika Washington, Amerika Serikat (AS), mengumumkan pada Kamis (12/8), mengirim ribuan tentara ke Kabul untuk mengevakuasi para diplomat dan warga negara lainnya.
Inggris dengan cepat juga mengikuti jejak AS. Sementara, Jerman mengumumkan akan mengurangi staf diplomatiknya di Kabul untuk mengantisipasi serangan Taliban yang mulai mendekati Kabul.
Spanyol Mulai Repatriasi
Spanyol mengumumkan telah memulai repatriasi atau memulangkan warganya yang tersisa di Afghanistan dan personel dari kedutaannya di Kabul, serta membantu proses evakuasi sejumlah warga Afghanistan.
"Dimulainya pemulangan personel kedutaan, warga Spanyol yang tetap berada di negara itu serta warga Afghanistan dan keluarga mereka yang bekerja di pihak kami," Menlu Spanyol, Jose Manuel Albares, menurut sebuah pernyataan.
"Spanyol siap untuk segala kemungkinan, termasuk mengosongkan kedutaan jika perlu," kata Manuel.
Selain mereka yang berada di kedutaan, masih ada enam warga Spanyol di Afghanistan hingga Jumat (13/8).
"Kementerian Luar Negeri bekerja dengan kementerian lain untuk mengkoordinasikan pemindahan warga Afghanistan yang berkolaborasi dalam misi militer dan proyek kerja sama Spanyol di Afghanistan," jelas Manuel.
Sejak 2014, Spanyol telah memberikan status pengungsi kepada 55 penerjemah Afghanistan dan kerabat mereka.
Kementerian Dalam Negeri Spanyol akan memproses setiap permohonan perlindungan internasional yang dibuat para penerjemah Afghanistan dan orang lain yang bekerja untuk pasukan Spanyol setelah mereka tiba di Spanyol.
Sebuah sumber Kementerian Pertahanan Spanyol mengatakan kepada AFP, sedang diupayakan kemungkinan membawa penerjemah dan orang lain yang bekerja dengan pasukan Spanyol di Afghanistan ke Spanyol, tetapi belum ditentukan waktunya.
Spanyol menarik pasukan terakhirnya dari Afghanistan pada Mei 2021 setelah misi yang berlangsung hampir dua dekade --sekitar 100 tentara Spanyol kehilangan nyawa mereka.
