Deretan Alutsista Baru TNI Penjaga Kedaulatan RI

Tiga Marta TNI baru saja kedatangan alutsita terbaru. Kehadiran alutsista ini akan memperkuat TNI AD, TNI AL, dan TNI AU dalam menjaga kedaulatan Indonesia.
Secara bertahap, satu per satu alutsista TNI yang sudah masuk dalam Rencana Strategis (Rensra) tiba di Indonesia. Mulai helikopter serbu Apache, Kapal Selam, hingga pesawat F-16.
Berikut tiga alutsista baru yang memperkuat TNI

1. Helikopter Apache AH-64E
TNI Angkatan Darat khususnya satuan Pusat Penerbang TNI AD (Puspenerbad) kedatangan 8 helikopter serbu Apache. Penyerahan secara resmi dilakukan oleh Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu kepada Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto di Lanud Ahmad Yani, Semarang, Jawa Tengah, pada Rabu (16/5).
Pengiriman helikopter buatan Amerika Serikat itu dilakukan dua tahap. 3 Apache sudah lebih dulu tiba di Indonesia pada 18 Desember 2017 menggunakan jalur udara. Sedangkan, 5 Apache menyusul dikirim menggunakan jalur laut dan tiba di Indonesia pada akhir April 2018.
Apache didesain untuk terjun dalam operasi segala cuaca. Helikopter dikendalikan oleh dua awak.
Apache dibekali sistem persenjataan utama berupa meriam rantai M230 30 mm yang terletak di bawah moncongnya. Helikopter ini juga bisa membawa kombinasi persenjataan lain, seperti AGM-114 Hellfire dan pod roket Hydra 70 empat tenggekan pada pilon pangkal sayap.

2. Kapal Selam KRI Ardadedali-404
Kapal Selam KRI Ardadedali-404 resmi memperkuat kekuatan jajaran kapal selam TNI AL. Menteri Pertahananan Ryamizard Ryacudu melepas KRI Ardadedali dari Korea Selatan ke Indonesia usai diproduksi bersama dengan Daewoo Shipbuilding & Marine Engineering (DSME), Okpo, Korea Selatan, Rabu (25/4).
KRI Ardadedali langsung mengarungi lautan menuju ke Indonesia. Setelah 14 hari menyelam mengarungi lautan, KRI Ardadedali tiba di Dermaga Ujung, Komando Armada Timur, Surabaya, Jawa Timur.
Indonesia memang menjalin kerja sama tranfer teknologi dengan Korea Selatan. Indonesia memesan 3 kapal selam sekaligus. KRI Ardadedali-404 menyusul pendahulunya KRI Naga Pasa-403 yang sudah lebih dulu beroperasi di Indonesia. Sedangkan, satu kapal selam lagi tengah dirakit di galangan kapal PT PAL, Indonesia.
KRI Ardadedali-404 memiliki bobot 1.400 ton, panjang 61,3 meter dan lebar 7,6 meter dengan kecepatan 21 knot di bawah air.
Kapal dengan kapasitas 40 personel dan bisa berlayar lebih dari 50 hari itu dilengkapi peluncur torpedo yang mampu meluncurkan torpedo 533 mm dan peluru kendali anti kapal permukaan yang merupakan modernisasi armada kapal selam TNI AL.

3. F-16 C/D Fighting Falcon
TNI AU juga memperkuat alutsista dengan 24 pesawat F-16. Pesawat ini merupkan hibah dari Amerika Serikat. Seluruh pesawat F-16 ini resmi diserahterimakan pada 28 Februari 2018.
24 Unit Pesawat F-16 tersebut rencananya akan ditempatkan di Skuadron Udara 16 Lanud Pekanbaru sebanyak 16 unit, sedangkan 8 unit lagi akan ditempatkan di Skuadron Udata 3 Lanud Iswahyudi.
F-16 memiliki kemampuan tempur yang sangat baik di udara. F-16 mempunyai senapan M61 Vulcan pada bagian dalam badan pesawat serta 11 lokasi pylon untuk menggotong senjata dan peralatan misi lainya.
F-16 hibah dari Amerika Serikat ini merupakan seri C/D. Seri ini merupakan yang paling banyak diproduksi.
Awalnya F-16 C/D ini dilengkapi dengan radar Westinghouse AN/APG-68, mesin Pratt & Whitney F100, versi-versi selanjutnya juga diperlengkapi dengan turunan radar AN/APG-68, dan juga radar phased array Northrop Grumman AN/APG-80,
Selain itu, mesin General Electric F110 yang lebih bertenaga. Beberapa block terbaru juga diperlengkapi pod infra merah seperti LANTRIN, LITENING, dan SNIPER untuk memudahkan operasi malam hari, dan pemboman presisi di segala cuaca.
