Detik-detik Bus Pariwisata Tabrakan Beruntun dengan 10 Kendaraan Bali

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 4 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi kecelakaan. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kecelakaan. Foto: Shutter Stock

Bus pariwisata menabrak 10 kendaraan secara beruntun di di KM 39,9 Jalan Denpasar-Singaraja, Banjar Pacung, Dusun/Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Bali, Sabtu (18/6) pukul 11.30 WITA. Polisi menduga tabrakan akibat rem bus blong.

Bus yang dikemudikan Agus Supriyanto (37) itu membawa 45 siswa dan guru SMP Labschool Unesa 2 Surabaya, Jawa Timur. Rombongan itu saat kecelakaan sedang berwisata di Bali.

"Kecelakaan lalu lintas beruntun diawali bus pariwisata yang mengangkut 45 siswa SMP Labschool dari Surabaya bertujuan wisata," kata Kapolres Tabanan AKBP Ranefli Dian Candra di Polres Tabanan, Senin (20/6).

kumparan post embed

Polisi menjelaskan detik-detik terjadinya tabrakan beruntun itu. Awalnya, bus berangkat dari Buleleng dengan tujuan Kabupaten Tabanan. Bus melaju dari Buleleng ke Tabanan dengan kondisi jalan menanjak.

Para penumpang berhenti sejenak di Pura Ulun Danu Beratan Bedugul, Kabupaten Tabanan. Para rombongan lalu melanjutkan perjalanan ke Gianyar melalui jalur jalan Denpasar-Singaraja.

Kondisi jalan sepanjang Denpasar-Singaraja berkarakter turunan. Menurut Dian, salah satu sebab bus rem blong adalah bus tidak kuat melakukan perjalanan dengan kondisi tanjakan dan turunan.

"Kondisi jalan karena mereka berangkat dari Singaraja (Buleleng) posisi menanjak sampai ke sini (Tabanan), menanjak terus dan begitu sampai ke Bedugul, jalan turunan. Itu juga salah satu pemicu juga ada dan kondisi kendaraan yang tidak seratus persen di cek sebelumnya," ucap dia.

Bus pariwisata yang tabrakan beruntun di Bali. Foto: Dok. Istimewa

Berdasarkan keterangan salah satu siswa, sempat tercium bau benda terbakar di bus atau sekitar dua menit sebelum tabrakan beruntun.

Bau itu masuk ke hidungnya saat mendekati Pasar Baturiti. Dian belum bisa memastikan bau tersebut beras dari mesin atau rem bus. Polisi masih menyelidiki kasus ini.

"Sebelum kejadian sempat ada bau. Kurang lebih enggak sampai 5 menit, enggak lama setelah itu kejadian. Bau terbakar atau gimana siswa enggak ngerti bau apa," katanya.

Rem bus kemudian mendadak blong di KM 39,9 Denpasar-Singaraja yang memiliki jalan turunan. Bus lalu menabrak 1 unit mobil Toyota Rush yang sedang melaju di depan. Mobil ditumpangi tiga orang dan mengalami luka ringan.

Bus oleng dan membanting setir ke kiri. Bus lalu menabrak 1 unit mobil Suzuki APV yang ditumpangi 5 WNA dan 1 WNI sebagai sopir. Mobil APV ini terbalik dan para penumpangnya mengalami luka cukup parah sehingga dilarikan ke RS Siloam Denpasar.

Agus Supriyanto (37) supir bus pariwisata yang jadi tersangka di Polres Tabanan. Foto: Denita br Matondang/kumparan.

Selanjutnya, bus banting setir ke kanan dengan menabrak secara beruntun 1 mobil Daihatsu Ayla, 1 unit mobil Suzuki Swif, 1 unit mobil Suzuki Feroza, 1 unit mobil Toyota Avanza dan motor Honda Scoopy.

Selanjutnya, bus kembali banting setir ke kiri dan menabrak Suzuki Swif, pejalan kaki atas nama Ni Wayan Wandani (30) hingga tewas serta menabrak motor Honda Scoopy dan mobil Honda CR-V.

Setelah menabrak 8 motor dan 2 kendaraan serta 1 pejalan kaki, bus lalu menabrakkan diri ke sebuah pendopo. Menurut Dian, sopir sengaja menabrakkan diri ke pendopo agar Bus tidak terbanting terlalu keras sehingga siswa tidak terluka parah.

Selain itu, sopir ingin meminimalisasi kembali terjadi tabrakan berlanjut. Selanjutnya, bus terperosok ke jurang dengan kedalaman lima meter.

"Sopir langsung meluncur ke sana (arah pendopo) dengan membanting setir ke kiri.Jadi ada bodi yang kena sebelum pendopo, dia banting ke sana biar enggak cepat jatuhnya ke bawah," katanya.

kumparan post embed

Dalam kasus ini, polisi telah memeriksa sebanyak 7 orang saksi. Para saksi ini merupakan masyarakat, tur guide, sopir, kernet, siswa dan guru.

Polisi akan meminta keterangan terhadap sejumlah saksi ahli untuk memastikan sebab kecelakaan adalah rem blong atau hal lainnya.

Polisi mencatat sembilan orang menjadi korban tabrakan beruntun bus pariwisata yang mengangkut 45 siswa SMP asal Surabaya itu.

Sembilan korban tersebut terdiri dari empat WNI dan lima WNA. Sementara itu, satu WNI atas nama Ni Wayan Wandani (30) meninggal dunia di lokasi kejadian.

Kapolres Tabanan AKBP Ranefli Dian Candra saat konfrensi pers kasus tabrakan beruntun bus pariwisata di Polres Tabanan. Foto: Denita br Matondang/kumparan.

Selanjutnya, tiga WNI yang menjadi korban mengalami luka ringan telah dipulangkan ke rumah. Sementara itu, dua dari lima korban WNA masih dirawat di RS Siloam Denpasar. Kedua WNA ini mengalami luka robek pada paha dan kepala.

WNA tersebut adalah dua WN Inggris, satu WN Singapura, satu WN Australia, dan satu WN Amerika Serikat. WNA yang masih dirawat adalah LHS asal Inggris dan RM asal Amerika Serikat.

Polisi juga telah menetapkan sopir bus atas nama Agus sebagai tersangka dan telah ditahan di Rutan Polres Tabanan. Dia dinilai melanggar Pasal 310 ayat (1), ayat (2), dan ayat (4) dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ). Agus terancam hukuman sembilan bulan penjara.