Din Syamsuddin Harap Fatah-Hamas Tetap Kompak usai Kematian Ismail Haniyeh
·waktu baca 2 menit

Ketua Komite Pengarah Aliansi Rakyat Bela Palestina (ARI-BP), Din Syamsuddin, berharap hubungan antara Hamas dan Fatah tetap terjaga usai wafatnya Ismail Haniyeh.
"Hamas dan Fatah, dua faksi besar Rakyat Palestina, yang justru persatuan mereka, kebersamaan dan kekompakan mereka (diperlukan)," kata Din saat konferensi pers menyikapi wafatnya tokoh pejuang kemanusiaan dan kemerdekaan Palestina Ismail Haniyeh di kawasan Jakarta Timur, Rabu (31/7).
Din menyebut, rekonsiliasi Hamas dan Fatah yang berlangsung di Tiongkok beberapa waktu lalu sebagai titik baru untuk mewujudkan Palestina yang merdeka.
"Dan tokoh Indonesia Bapak Jusuf Kalla sedang mengusahakannya dan sedang berupaya sebagai tindak lanjut dari pertemuan Hamas Fatah oleh Tiongkok," ujarnya.
Lebih lanjut, Din juga meminta agar tak ada fitnah di masyarakat yang dapat membuat hubungan di antara negara-negara Arab dengan Iran meruncing.
"Sangat potensial zionis Israel akan memainkan dan merekayasa opini dalam rangka mempertentangkan antara Iran dan negara-negara Arab di sisi yang lain," imbuhnya.
Terakhir, Din meminta agar kematian Haniyeh dapat menambah lecutan semangat bagi umat muslim untuk berjuang membela Palestina. ARI-BP pun bakal kembali menghelat sejumlah aksi pada bulan Agustus ini sebagai bentuk solidaritas pada Palestina.
"Aksi dari ARI-BP, tanggal 3 Agustus seperti hari yang ditetapkan oleh almarhum Ismail Haniyeh sebagai International Day for Gaza dan inilah yang kita akan sambut pada tanggal 3. Prakarsa dari sayap perempuan ARI-BP dan elemen lain," tandasnya.
Dalam pertemuan itu turut hadir Ustaz Bachtiar Nasir dan pengurus ARI-BP.
