Dinkes Benarkan Orang Tua di Bali Protes Anaknya Disebut Meninggal karena Corona

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Simulasi penanganan pasien yang diduga terinfeksi virus Corona di RSUP Sanglah Denpasar, Bali. Foto: Denita br Matondang/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Simulasi penanganan pasien yang diduga terinfeksi virus Corona di RSUP Sanglah Denpasar, Bali. Foto: Denita br Matondang/kumparan

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Gianyar, Bali Ida Ayu Cahyani Widyawati membenarkan orang tua bocah GALP (12) merekam aksi protes anaknya disebut meninggal karena virus corona dan viral di media sosial.

kumparan post embed

Cahyani mengatakan, aksi proteksi ini dilakukan karena minimnya pemahaman orang tua mengenai tata cara penanganan pasien COVID-19. Cahyani mengaku telah memberi penjelasan kepada orang tua si anak laki-laki tersebut.

embed from external kumparan

"Dia mengakui membuat video, mungkin dia membuat video itu karena belum paham dan kita sudah jelaskan tadi, memang ada SOP di ruang jenazah untuk mengambil swab walaupun penyebab kematiannya itu belum tentu (karena COVID-19) dan hasil rapid sebelumnya positif (reaktif)," kata Cahyani saat dihubungi, Selasa(2/6).

Kedua orang tua korban, menurut Cahyani, sudah menerima penjelasan tim kesehatan Kabupaten Gianyar. Ada sebanyak empat anggota keluarga GALP bersedia menjalani swab dan hasilnya akan keluar, Rabu (3/6).

"Dan buktinya mau swab," ujar Cahyani.

Seperti diketahui, keluarga sempat membawa GALP ke rumah duka sebelum dikubur. Cahyani mengaku, jenazah GALP sudah ditangani sesuai protokol penanganan jenazah COVID-19. Selain itu, jumlah keluarga mengubur GALP dibatasi.

"Pemakaman memang dilakukan keluarga tapi sudah sesuai dengan pemakaman terbatas sesuai penyakit menular. Dia dibungkus di rumah sakit dan diberi penjelasan agar tidak melakukan proses penyiraman sesuai Hindu (tapi langsung dikubur)," imbuh Cahyani

Cahyani mengatakan, pihaknya masih terus melakukan tracing contact atas kasus GALP. Saat ini, dokter dan sejumlah tenaga medis yang sempat merawat GALP sedang dirapid test.

kumparan post embed

***

Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona.

***

Yuk! bantu donasi atasi dampak corona