Dirut TransJ soal Kecelakaan Didominasi Kelelahan Sopir: Tak Ada Long Shift

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Petugas berupaya mengevakuasi bus TransJakarta yang menabrak separator di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta. Foto: ANTARA FOTO/Reno Esnir
zoom-in-whitePerbesar
Petugas berupaya mengevakuasi bus TransJakarta yang menabrak separator di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta. Foto: ANTARA FOTO/Reno Esnir

Insiden kecelakaan bus TransJakarta belakangan ini menjadi sorotan. Dalam 2 bulan terakhir ada 4 kasus kecelakan terjadi dan bahkan memakan korban.

PT TransJakarta menggandeng Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk mencari tahu penyebab kecelakaan.

kumparan post embed

Menurut penyelidikan KNKT, kecelakaan didominasi oleh kelelahan pengemudi bus TransJakarta.

Direktur Utama TransJakarta Mochammad Yana Aditya, membantah adanya dugaan eksploitasi jam kerja atau long shift.

“Tidak ada, dalam SOP tidak ada, jadi teman-teman operator semua menyampaikan tidak ada [long shift],” kata Yana kepada wartawan di Kantor TransJakarta, Rabu (8/12).

Mochammad Yana Aditya, Dirut Transjakarta yang baru. Foto: linkedin.com/in/m-yana-aditya-70680622/

Walaupun human error menjadi salah satu penyebab kecelakaan paling banyak, Yana tetap menunggu hasil audit secara keseluruhan untuk melihat penyebab lain kecelakaan.

“Oleh sebab itu hari ini,kita sama-sama menyamakan persepsi terkait dengan bagaimana faktor evaluasi, terkait dengan tadi sudah disampaikan, faktor manusia, armada, lingkungan, lingkungan itu jalanan segala macem,” pungkas Yana.

Untuk saat ini, pihak TransJakarta sedang menunggu hasil audit lengkap dari KNKT. Nantinya, hasil audit tersebut juga akan diberikan kepada Komisi B DPRD DKI Jakarta.

kumparan post embed