kumparan
11 November 2019 13:23

Diwarnai Perdebatan, Rapat Komisi I dengan Prabowo Akhirnya Tertutup

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, POTRAIT
Menteri Pertahanan Prabowo Subianto (tengah) bersiap mengikuti rapat bersama Komisi I DPR di kompleks Parlemen. Foto: ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra
Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menghadiri rapat kerja perdana secara terbuka dengan Komisi I DPR RI. Saat rapat berjalan, sempat terjadi perdebatan soal apakah pembahasan dibahas secara terbuka atau tertutup.
ADVERTISEMENT
Adalah politikus PDIP Effendi Simbolon yang melontarkan interupsi di tengah rapat. Ia meminta, Prabowo menjabarkan soal anggaran Kementerian Pertahanan usai memberikan garis besar penjelasan visi institusinya itu.
"Interupsi, Pimpinan. Minta sekaligus dipaparkan dukungan anggaran. Tadi hanya visi misi. Tolong disampaikan, jadi ini bahan bahasan dalam rapat kita," kata Effendi di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (11/11).
Namun, Prabowo menolak permintaan Effendi tersebut. Katanya, soal anggaran teknis, harusnya dibahas di dalam rapat tertutup.
Effendi pun menimpali Ketua Umum Partai Gerindra itu. Dia tetap merasa pembahasan anggaran harus dilakukan secara terbuka.
"Tapi ininya terbuka. Lazimnya, Menhan itu menyampaikan apa yang menjadi program kerja termasuk dukungan anggaran," tutur Effendi.
ADVERTISEMENT
Sekali lagi, Prabowo tak mengabulkan permohonan Effendi.
"Terbuka pada Komisi I. Tapi tidak umum," jelas dia.
Di tengah perdebatan, Ketua Komisi I Meutya Hafid memberikan penjelasan. Semua berpulang pada tata tertib sidang.
"Dalam tatib pimpinan bisa membuka rapat lalu kalau ada di rasa rahasia negara bisa ditutup," ungkap Meutya.
Politikus Partai Golkar itu pun memberikan kesempatan fraksi-fraksi mengungkapkan pandangannya.
Prabowo Subianto, Komisi I DPR RI
Menteri Pertahanan Prabowo Subianto saat Rapat Dengar Pendapat Kementerian Pertahanan dan Komisi I DPR RI di Gedung DPR, Jakarta, Senin (11/11). Foto: Nugroho Sejati/kumparan
Di fraksi pun masih ada perdebatan. Politikus PPP Syaifullah Tamliha mengungkapkan, pembahasan anggaran karena mengandung rahasia negara harusnya dibahas tertutup.
Prabowo lalu memberi penjelasan. Soal pertahanan, kata dia, harus sangat hati-hati. Apalagi soal anggaran.
"Di penyelenggaraan bidang pertahanan negara seharusnya kita selalu prudent, hati-hati, dan sedapat mungkin mempersulit pihak non-Indonesia untuk terlalu mengerti dan memahami kondisi pertahanan kita," urai Prabowo.
ADVERTISEMENT
Kata Prabowo, perihal anggaran yang penting diawasi oleh DPR. Ia pun menyebut, rapat harusnya tertutup, sebagaimana rapat menhan terdahulu.
"Jadi itu sikap saya. Kan kita sudah tahu anggaran berapa, komponennya berapa, tapi kalau saya ditekan untuk terlalu terbuka saya tak akan bersedia," ungkap Prabowo.
Setelah pandangan fraksi, akhirnya,pimpinan Komisi I pun memutuskan rapat dihelat tertutup.
"Rapat kita lanjutkan dan sifatnya tertutup," ungkap Meutya Hafid.
Sebelumnya, soal anggaran memang sudah diputuskan. Pada tahun 2020 mendapat jatah anggaran sebesar Rp 131 triliun.
Dirjen Potensi Pertahanan Kemenhan, Bondan Tiara Sofyan, mengungkapkan 40 persen anggaran itu digunakan untuk gaji pegawai.
Alokasi anggaran yang dipimpin Prabowo itu, 40 persen untuk gaji pegawai mengalami kenaikan dari tahun sebelumnya. Pada 2019, anggaran yang digunakan menggaji pegawai hanya sebesar 30 persen.
Prabowo Subianto, Komisi I DPR RI
Menteri Pertahanan Prabowo Subianto (kiri) saat Rapat Dengar Pendapat Kementerian Pertahanan dan Komisi I DPR RI di Gedung DPR, Jakarta, Senin (11/11). Foto: Nugroho Sejati/kumparan
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan