Dokter Pembakar Bengkel Keluarga Pacar di Tangerang Dituntut 12 Tahun Penjara

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pengadilan Negeri Tangerang. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Pengadilan Negeri Tangerang. Foto: Dok. Istimewa

Dokter Merry Anastasya (30), terdakwa pembakaran bengkel yang menewaskan pacar dan keluarganya di Kecamatan Cibodas, Kota Tangerang, menjalani sidang tuntutan di Pengadilan Negeri Tangerang, Selasa (19/7) hari ini. Merry dituntut 12 tahun penjara.

Kepala Seksi Pidana Umum Kejaksaan Negeri Kota Tangerang, Dapot Dariarma mengatakan, terdakwa dituntut pasal berlapis, yakni 340, 338, 187 Ayat 3, dan Pasal 187 Ayat 1 Kitab Undang-undang Hukum Pidana.

"Kita tuntut 12 tahun penjara, karena ada pertimbangan-pertimbangan kita, akhirnya kita sepakati bahwa rentut (rencana tuntutan) kita tuntut 12 tahun," katanya Dapot Dariarma.

Dapot menyebut bahwa tuntutan yang diberikan oleh jaksa penuntut umum (JPU) lebih rendah dari ancaman, yakni 20 tahun.

"Kita ada asas kemanusiaan, makanya tuntutan 12 tahun, lebih rendah dari ancaman kan 20 tahun. Dan dalam tuntutan, kita tekankan di pasal 340, itu yang memberatkan karena ada pembunuhan berencana," ujarnya.

kumparan post embed

Dalam sidang tersebut kuasa hukum terdakwa, Dasma Roha meminta pleidoi dan akan disampaikan pada pekan depan.

"Kami ajukan pleidoi (pembelaan) atas tuntutan itu," ujar Dasma Roha.

Majelis hakim yang dipimpin Yuliarti mengabulkan dan mengagendakan sidang pada 26 Juli pekan depan di ruang sidang 6 Pengadilan Negeri Tangerang.

Latar Belakang Kasus

Kebakaran di bengkel itu terjadi pada Jumat (6/8/2021) pukul 23.45 WIB. Bengkel itu milik keluarga pacar Merry yang bernama Lion. Bengkel tersebut menyatu dengan sebuah rumah yang dihuni keluarga Lion yang berjumlah lima orang.

Dalam peristiwa itu, tiga orang, yakni Edy, Lilis, dan Lion tewas. Sedangkan dua lainnya, Nanda dan Siska, berhasil diselamatkan petugas.

Merry membakar bengkel kekasihnya karena adanya persoalan asmara. Ia sakit hati dengan Lion karena enggan bertanggung jawab atas perbuatannya yang telah menghamilinya. Orang tua Lion juga tidak merestui hubungan mereka.

Merry kemudian nekat membakar gedung bengkel yang ditempati kekasih dan keluarganya. Merry membawa lima kantong plastik berisi cairan bensin untuk membakar bengkel tersebut.

kumparan post embed