Dosen UII Rafie Sudah 8 Kali Bolak-balik ke AS dalam Beberapa Tahun

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
4
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Dosen Universitas Islam Indonesia (UII), Ahmad Munasir Rafie Pratama (AMRP), dilaporkan hilang usai mengikuti aktivitas mobilitas global di University of South-Eastern Norway (USN), Norwegia. Foto: Universitas Islam Indonesia
zoom-in-whitePerbesar
Dosen Universitas Islam Indonesia (UII), Ahmad Munasir Rafie Pratama (AMRP), dilaporkan hilang usai mengikuti aktivitas mobilitas global di University of South-Eastern Norway (USN), Norwegia. Foto: Universitas Islam Indonesia

Dosen UII, Ahmad Munasir Rafie Pratama, ternyata tak asing dengan negeri Paman Sam. Bahkan dalam beberapa tahun terakhir sudah 8 kali bolak balik ke Amerika Serikat.

"Bahkan kita punya list keluar masuk yang bersangkutan ke Amerika selama beberapa tahun terakhir, kurang lebih delapan kali kita dapatnya. Phd nya juga kan di Amerika," kata Kadiv Hub Inter Polri, Irjen Krishna Murti di Halim Perdanakusuma Jakarta, Selasa (21/2).

Phd atau gelar S3 Rafie memang diraih di universitas di New York.

Irjen Krishna juga menyampaikan, jauh-jauh hari ternyata Rafie sudah merencanakan terbang ke Boston, AS.

"Ada bukti elektronik yang bersangkutan memesan pesawat Istanbul-Boston sebelum berangkat dari Jakarta, baru ditemukan, setelah katanya hilang," ujar Krishna.

Dosen Universitas Islam Indonesia (UII) Ahmad Munasir Rafie Pratama (AMRP). Foto: UII

Polri sudah berkoordinasi dengan KBRI Oslo, KBRI Ankara, dan juga KBRI di Amerika Serikat mencari Rafie. Dan ternyata pada 13 Februari dia masuk ke Boston.

"Artinya beliau terlepas dari rombongan itu dari Istanbul, ketika rombongan pulang ke Jakarta dia tidak naik pesawat itu, dia keluar ganti pesawat. Kalau dia transit harus ganti pesawat kan dia harus keluar dulu, keluar, karena dia tidak boarding, barangnya dikeluarkan kan, dia ambil barang, dia check-in lagi," jelas Krishna.

"Dia check in lagi ke Boston ke Istanbul. Kan pertanyaannya di Istanbul ngapain, sama siapa, di mana? Ya hanya dia sama Tuhan yang tahu," tegas Krishna.