DPRD Pertanyakan Nasib Waduk Pondok Ranggon yang 4 Tahun Terbengkalai

Wakil Ketua DPRD DKI Muhammad Taufik bertanya ke Dinas Sumber Daya Air (SDA) lantaran tidak menganggarkan kelanjutan pembangunan waduk di daerah Pondok Ranggon, Cipayung, Jakarta Timur. Padahal, kata dia, proyek pembangunan itu sudah terbengkalai 4 tahun lamanya.
Hal tersebut ditanyakan Taufik saat rapat anggaran KUA-PPAS APBD 2020 di Gedung DPRD DKI, Jakarta Pusat, Senin (5/11). Saat itu Pemprov DKI mengajukan anggaran Rp 288 miliar untuk melanjutkan pembangunan 5 waduk di Jakarta.
"Kenapa enggak cantumin untuk Pondok Ranggon, kenapa itu? argumennya apa Pondok Ranggon yang sudah 3-4 tahun mangkrak? Saya mau nuntut, ini 4 tahun, apa argumennya, kalau (alasannya) di situ enggak ada aliran sungai? Ada (Kali) Sentiong," kata Taufik.
Mendengar itu, Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta, Juaini, menjelaskan, saat ini pihaknya belum dapat membangun waduk di kawasan Pondok Ranggon karena akses jalan yang sulit dijangkau alat berat.
"Khusus Pondok Ranggon memang kita sudah kerja lama, alat berat kita ke situ susah aksesnya, khususnya untuk pengerukan di waduknya. Memang harusnya ada pembebasan lahan lagi yang belum dilaksanakan," kata dia.
Selain itu, pihaknya juga belum dapat melakukan pembebasan lahan untuk waduk di Pondok Ranggon lantaran adanya defisit anggaran di APBD 2019.
"Kalau itu memang kita belum anggarkan, waduknya sih ada beberapa lokasi yang pembebasan belum kita selesaikan. Pondok Ranggon rencananya pembebasan tahun ini 2019, tapi karena ada defisit anggaran disuruh setop semua pembebasan," kata dia.
Dalam rancangan anggaran, Juaini mengajukan Rp 288 miliar untuk melanjutkan pembangunan lima waduk yang masih berjalan di sejumlah titik di Ibu Kota.
"Waduk Kampung Rambutan ada 2 lokasi, Waduk Cimanggis, Waduk Sunter, sama yang naturalisasi itu Ciliwung segmen kerapu, sama kali Banjir Kanal Barat. Itu yang sudah berjalan karena kita melanjutkan proyek yang tahun ini," ucapnya.
