Edhy Prabowo Ungkap Alasan Angkat Anggia Kloer Jadi Sekretaris Pribadi

kumparanNEWSverified-green

comment
13
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Anggia Putri Tesalonika Kloer. Foto: Facebook/anggia.kloer
zoom-in-whitePerbesar
Anggia Putri Tesalonika Kloer. Foto: Facebook/anggia.kloer

Edhy Prabowo mempunyai sejumlah staf khusus dan sekretaris pribadi saat menjabat Menteri Kelautan dan Perikanan. Salah satu yang jadi sorotan ialah Anggia Putri Tesalonika Kloer, sespri yang menerima sewa apartemen dan mobil dari Edhy Prabowo.

Dalam persidangan kasus dugaan suap izin ekspor benih lobster yang digelar kemarin, Edhy Prabowo yang hadir sebagai saksi mengungkapkan soal alasan dia mengangkat sejumlah staf khusus dan sekretaris pribadi.

Mulanya, Jaksa KPK mencecar Edhy Prabowo terkait siapa saja sosok yang ia tunjuk membantunya melakukan tugas sebagai menteri. Edhy menjawab ada lima orang stafsus. Mereka adalah Andreau Pribadi Misata, Gellwynn Jusuf, Putri Catur, Safri Muis, dan TB Ardi Januar.

Staf Khusus Menteri Kelautan dan Perikanan Safri Muis dan Andreau Pribadi. Foto: Facebook/@SAFRI MUIS

Edhy menjelaskan, bahwa stafsus ini memiliki tugas yang berbeda-beda. Edhy merinci, untuk Andreau membidangi urusan penguatan sektor kecil menengah usaha bidang kelautan dan perikanan. Putri Catur di bidang kesekretariatan. Safri Muis di bidang hubungan antar lembaga.

Lalu, Gellwynn, ditugasi mengkomunikasikan seluruh peluang-peluang sektor kelautan dan perikanan, untuk mencari bantuan-bantuan atau posisi peluang yang didapat untuk menghadirkan bantuan anggaran atau hibah dari luar negeri, baik dari Prancis hingga Jepang.

Lalu untuk TB Ardi Januar, ia tak merincikan. "Saya tidak begitu hafal, karena sudah termaktub dalam keputusan itu sendiri," kata Edhy di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (17/3).

Jaksa kemudian mencecar soal penunjukan 5 orang tersebut. Edhy mengaku, untuk nama Safri Muis, Putri Catur, dan TB Ardi Januar, dia mengusulkan karena sudah menemaninya selama 3 periode menjabat sebagai Anggota DPR RI. Sehingga, Edhy sudah mengenal baik 3 sosok itu.

Sekretaris Bappenas Gellwynn Jusuf melihat mainan ramah lingkungan di CFD. Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Sementara, untuk nama Gellwynn, Edhy mengaku memang dia adalah sosok profesional yang kompeten di bidangnya. Sehingga, Edhy merasa membutuhkan sosok seperti Gellwynn menjadi salah satu stafsusnya.

Gellwynn memang pernah menjadi Dirjen Perikanan Tangkap KKP yang kemudian dicopot Susi Pudjiastuti. Ia sempat menjadi Sekretaris Bappenas yang kemudian kembali ke KKP saat Edhy Prabowo menjabat menteri.

Staf Khusus Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Andreau Pribadi. Foto: Instagrm/@andreaupribadi

Terkait Andreau Pribadi Misanta, Edhy Prabowo mengenalnya saat Andreau menjadi Timses Jokowi-Ma'ruf Amin di Pilpres 2019 lalu. Andreau tercatat pernah menjadi caleg dari PDIP. Namun, PDIP menyatakan setelah gagal nyaleg, Andreau tidak aktif di partai.

"Andreau Misanta Pribadi, saya mengenal Beliau dari timses waktu itu sebagaimana kita ketahui bersama, timses pada saat pilpres yang dua pasangan, Saudara Andreau timses pasangan Pak Jokowi dan Beliau datang kepada saya, dan saya melihat latar belakang Beliau sebagai mantan lulusan sekolah terbaik, SMA terbaik di Indonesia," kata Edhy.

"Saya pikir punya karakter yang baik, ini di samping bersifat politis untuk supaya saya jadi menteri, dari pasangan nomor 2 jangan seolah-olah mengambil porsi seolah-olah kita semua yang kuasai, makanya saya usulkan itu," sambungnya.

Jaksa pun kemudian menanyakan, apakah ada pihak lain yang membantu Edhy dalam melaksanakan tugas menteri.

"Selain pejabat eselon 1 kemudian staf ahli, staf khusus, ada lagi yang membantu tugas-tugas Saudara?" kata Jaksa KPK.

Edhy pun kemudian membeberkan bahwa ia pernah mengangkat 4 orang sespri. Keempatnya ia usulkan kepada Kesekjenan KKP untuk bisa diangkat sebagai sespri. Tugas mereka untuk menangani pekerjaan lain di luar fungsi menteri. Itulah alasan mengapa ia mengangkat sespri, di mana Anggia menjadi salah satunya.

"Saya juga mencoba, karena memang sebagai menteri saya harus fokus dengan pekerjaan utama saya untuk mengelola sektor kelautan dan perikanan, dan saya punya kegiatan-kegiatan lain, sebagai menteri saya juga sebagai pengurus banyak organisasi, dan pengurus partai, ormas dari pencak silat, hingga organisasi kelautan dan perikanan," kata Edhy.

"Akhirnya saya perlu pembantu-pembantu tambahan, dan saya ini konsultasikan dengan kesekjenan, apakah masih memungkinkan untuk menambah, makanya saya mengusulkan untuk menambah sekretaris dan kalau aspri memang sudah otomatis ada, tapi sekretaris ini saya ajukan, dan boleh, maka saya angkat 4 pembantu, Saudari Anggia Tesalonika, Saudari Fidya Suryatiningsih dan Saudari Putri Elok, dan Saudara Nur," pungkas Edhy.

Anggia Putri Tesalonika Kloer. Foto: Facebook/anggia.kloer

Sosok Anggia Kloer menjadi sorotan setelah ia mengaku mendapat fasilitas apartemen dan mobil dari Edhy Prabowo melalui Amiril Mukminin. Hal itu sempat ditelusuri KPK karena diduga ada kaitannya dengan penggunaan uang suap terkait kasus yang menjerat Edhy Prabowo.

Anggia Kloer mengakui soal fasilitas itu. Mengutip Antara, Anggia Kloer dalam kesaksiannya di persidangan menyebut ada dua sespri lainnya yang juga disewakan apartemen tapi di lokasi yang berbeda. Sespri yang dimaksud bernama Fidya Yusri dan Putri Elok.

kumparan post embed

Edhy Prabowo yang menanggapi pernyataan Anggia Kloer itu pun membenarkannya. Namun menurut Edhy Prabowo, ia sebelumnya meminta Amiril mencari satu unit apartemen untuk dihuni ketiga sespri perempuannya itu.

"Saya minta Amiril cari 1 apartemen yang bisa dipakai bertiga, Anggi, Fidya dan Elok, pada pelaksanaannya seperti yang Bapak lihat sekarang," ungkap Edhy.

"Sumber uang untuk menyewa kedua apartemen dan mobil dari mana?" tanya jaksa Rony.

"Saya yakin uang saya di Amiril masih cukup untuk itu," jawab Edhy.