Fakta Baru Kaburnya WN China dari Lapas Tangerang Lewat Gorong-gorong

Polda Metro Jaya masih terus mengusut kasus kaburnya terpidana WN China Cai Changpan alias Cai Ji Fan alias Antoni dari Lapas Klas 1 Tangerang. Ia kabur dengan menggali lubang pada 18 September 2020.
Cai terjerat kasus narkoba. Dia sudah divonis mati pada tahun 2017 oleh PN Tangerang.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, pihaknya sudah membentuk tim khusus yang bekerja sama dengan pihak Lapas. Mereka sudah memeriksa 14 saksi, termasuk rekan satu sel Cai.
Selain itu, Yusri mengatakan polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara. Dalam proses itu, polisi mengetahui waktu yang dibutuhkan Cai untuk melewati lubang buatannya.
Berikut kumparan rangkum sejumlah fakta baru kaburnya WN China dari Lapas Tangerang:
WN China Cuma Butuh 20 Menit Untuk Kabur dari Lapas
Yusri mengatakan, Cai hanya membutuhkan waktu 20 menit untuk kabur dari lapas.
"Kemarin sudah dilakukan pengecekan olah TKP ke sana dengan mengambil sampel orang yang masuk ke dalam memang muat. Itu bisa memakan waktu sampai 20 menitan, karena memang sangat kecil dan panjang dengan panjang 30 meter," kata Yusri.
Cai menggali lubang untuk pelariannya selama 8 bulan. Lubang itu memiliki lebar sekitar 2 meter dan panjang 30 meter.
"Setelah kita lakukan pemeriksaan terhadap saksi satu sel, dia menyampaikan bahwa memang yang bersangkutan (Cai) ini sudah 8 bulan dia lakukan kerja untuk mencungkil lubang tersebut," ucap Yusri.
Pemeriksaan terhadap para saksi belum selesai. Yusri mengatakan tim masih menyelidiki semua dugaan termasuk adanya oknum petugas Lapas Tangerang yang membantu Cai kabur.
Paspor dan KTP WN China yang Kabur Dari Lapas Tangerang Diblokir
Yusri Yunus mengatakan, untuk memperkecil ruang gerak Cai polisi telah bekerja sama dengan pihak imigrasi untuk melakukan pencekalan.
"Itu sudah dilakukan, termasuk pencekalan paspor yang bersangkutan sudah kita koordinasikan dengan pihak Imigrasi, dilakukan pencekalan, jangan sampai melarikan diri ke luar negeri," kata Yusri.
Selain paspor, Cai juga diketahui telah memiliki KTP Indonesia. Polisi memastikan KTP milik Cai sudah diblokir.
Dari Sekop Hingga Pompa Air Jadi Barang Bukti Kaburnya WN China dari Lapas
Dari pemeriksaan TKP penyidik menemukan sejumlah alat yang diduga digunakan Cai untuk menggali lubang.
Yusri mengatakan, polisi menemukan besi, obeng, dan pahat. Peralatan itu diduga dipakai Cai untuk menggali lubang sepanjang 30 meter dari dalam sel hingga gorong-gorong di luar Lapas.
Tidak hanya itu, Yusri menemukan pakaian kotor. Namun yang mengejutkan ialah ditemukannya pompa air dalam sel Cai.
"Ada pompa air, selang, bahkan makanya kita juga masih mendalami juga kenapa yang bersangkutan bisa menghadirkan pompa air itu dalam tempatnya dia. Ini masih kita dalami semuanya," kata Yusri.
WN China Ketahuan Kabur Setelah 11 Jam
Kaburnya Cai sebenarnya terekam CCTV. Tapi baru diketahui oleh petugas Lapas setelah 11 jam berlalu.
"Dari mulai dia melarikan diri terekam di CCTV, itu 11 jam baru diketahui oleh petugas Lapas. Makanya semua kita lakukan pemeriksaan," kata Yusri.
Semua petugas yang bekerja di hari pelarian Cai diperiksa. Namun, Yusri tidak menerangkan hasil dari pemeriksaannya.
"Ada tiga shift petugas di sana pada saat itu, kita lakukan pemeriksaan," kata Yusri.
Polisi juga memeriksa sejumlah masyarakat di sekitar Lapas yang melihat Cai saat kabur. Serta istri Cai.
