Fakta-fakta Pembunuhan Tuti-Amalia: HP hilang, Pelaku Diduga Orang Dekat
ยทwaktu baca 4 menit

Kasus pembunuhan terhadap Tuti Suhartini (55) dan Amalia Mustika Ratu (23) di Subang, menuai sorotan. Tuti dan Amalia ditemukan tewas di dalam bagasi mobilnya dengan merek Toyota Alphard di garasi rumahnya di kawasan Jalan Cagak, Subang.
Polisi tidak menemukan barang berharga yang hilang di rumah Tuti dan Amalia. Saat kejadian, Yosep, suami Tuti yang juga ayah Amalia, sedang tidak berada di rumah. Yosep sebelumnya bilang ke polisi sedang berada di luar kota. Belakangan, Kabid Humas Polda Jabar Kombes Erdi A. Chaniago mengatakan Yosep di malam pembunuhan istri dan anaknya itu pada Rabu (18/8) dini hari, sedang berada di rumah istri mudanya. Berikut fakta-fakta pembunuhan Tuti-Amalia
Ditemukan oleh Suami
Tuti-Amalia ditemukan kali pertama oleh petugas Polsek Cagak atas laporan Yosep. Pada Rabu (18/8) pagi, Yosep baru pulang dari rumah istri mudanya sekitar jam 7.00 WIB. Dia kaget karena mobil Alphard miliknya dalam kondisi kaca terbuka dan diparkir agak sedikit mengarah ke garasi. Yosep kemudian masuk ke dalam rumah dengan kondisi pintu sudah terbuka.
Dia memanggil nama anak dan istrinya itu namun tidak ada balasan/ Terlebih rumahnya dalam kondisi acak-acakan dengan bercak sejumlah darah di lantai.
Yosep ke kantor polisi. Polisi datang dengan tim dan menemukan Tuti dan Amalia sudah tewas di bagasi Alphard.
Suami Seorang Pengusaha
Kanit Reskrim Polres Subang Iptu Karsa mengatakan Yosep ini berprofesi sebagai wiraswasta alias pengusaha. Namun, dia tidak mendetailkan jenis usahanya. Yosep ini memiliki yayasan pendidikan sekolah di Subang.
"Suaminya wiraswasta. Suaminya habis pergi," ujar Karsa, kepada wartawan, Jumat (20/8).
Karsa mengatakan Yosep ini kemudian pulang ke Subang pada Rabu (20/8) pagi. Yosep heran anak dan istrinya tidak berada di rumah dan kondisi rumah acak-acakan. Dia kemudian melapor ke polisi.
Yosep dan anggota polisi datang ke rumahnya. Menyisir hingga ke beberapa sudut untuk mencari anak dan istrinya. Hal yang membuat aneh adalah mobil Toyota Alphard yang terparkir di garasi rumahnya posisinya berbeda serta semua kaca pintu terbuka.
Tak Ada Barang Hilang, Kecuali HP Amalia
Kapolres Subang AKBP Sumarni mengatakan dalam peristiwa itu, tidak ada barang berharga di rumah Tuti dan Amalia yang hilang. Menurut dia, hanya handphone (HP) Amalia yang saat ini masih dicari keberadaannya.
"Kita masih cari HP anaknya yang hilang. Selain itu, tidak ada lagi barang yang hilang, " kata Sumarni kepada wartawan, Jumat (20/8).
Sumarni mengatakan barang berharga lainnya seperti emas, bahkan mobil Alphard dengan kondisi kuncinya di dekat setir juga masih ada, tidak digasak pelaku. HP Tuti pun bahkan ada di dalam rumah, tidak ikut hilang.
Dibantai saat Tidur, Lalu Diseret ke Mobil
Kasatreskrim Polres Subang AKP Zulkarnaen mengatakan dari dua korban itu, Tuti adalah orang yang pertama dibunuh. Tuti dibunuh saat sedang tidur di kamarnya.
"Ibunya duluan. Kondisi ibu dibantai itu ketika tidur, jadi sekali pukul langsung meninggal, anaknya sempat dianiaya kalau dilihat dari lukanya," ujar dia kepada wartawan, Jumat (20/8).
Tuti meninggal diduga dengan cara dipukul di bagian kepala menggunakan benda tumpul. Belum diketahui benda apa yang dimaksud. Namun, diduga adalah penggilesan cucian karena ada bercak darah di tempat nyuci kayu itu.
Perkiraan Tuti dibunuh sekitar jam 00.00 WIB. Lima jam kemudian, pelaku menghabisi nyawa Amalia. Caranya diduga sama, dengan cara dipukul di bagian kepalanya.
Sementara itu, Kapolres Subang AKBP Sumarni mengatakan usai dibunuh, mereka kemudian diseret ke luar dan dimasukkan ke dalam bagasi Toyota Alphard yang terparkir di garasi.
Hasil Autopsi: Tengkorak Patah, Tak Ada Kekerasan Seksual
Kapolres Subang AKBP Sumarni mengatakan jasad Tuti dan Amalia sudah diautopsi di RS Bhayangkara Sartika Asih Bandung pada Kamis (19/8).
Usai autopsi, jasad keduanya kemudian dimakamkan di TPU Istuning, Desa Cagak di Kamis kemari. Dari hasil autopsi itu, Tuti dan Amalia mengalami luka hantaman benda tumpul di kepala.
"Dari hasil pendalaman olah TKP (tempat kejadian perkara), hasil autopsi, pemeriksaan para saksi, diketahui kedua korban mengalami kerusakan pada tengkorak kepala akibat hantaman benda tumpul," ujar Sumarni di kantornya, Jumat (20/8).
Sumarni juga mengatakan tidak ada bukti kekerasan seksual yang dilakukan oleh pelaku ke Tuti dan Amalia.
Pelaku Diduga Orang Dekat
Kasat Reskrim Polres Subang AKP M Zulkarnaen mengungkapkan ibu dan putrinya berinisial TH atau Tuti Herawati (55) dan AMR atau Amalia Mustika Ratu (23), yang jasadnya diletakkan di bagasi Toyota Alphard di rumahnya di Jalan Cagak, Subang, diyakini dibunuh orang dekat.
Zulkarnaen mengatakan saat ini, polisi sedang mengejar pelaku.
"Motifnya belum diketahui jelas, yang pasti korban kenal dengan pelaku," kata Zulkarnaen, Jumat (20/8).
Menurutnya, dugaan sementara itu merupakan hasil dari penyelidikan olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi peristiwa pembunuhan itu yang berada di Dusun Ciseuti, Desa Jalan Cagak, Kecamatan Jalan Cagak, Kabupaten Subang.
"Penyerangannya tidak menimbulkan kerusakan. Posisinya sempat berantem juga kalau dilihat dari TKP," kata dia.
