Filipina Gelar KTT ASEAN, Bahas Keinginan Timor Leste Jadi Ketua

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Media Gathering yang diselengarakan oleh Kementrian Luar Negeri RI membahas KTT ASEAN yang mendatang di Filipina, Rabu (4/11/2026). Foto: Achtar Firdausy/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Media Gathering yang diselengarakan oleh Kementrian Luar Negeri RI membahas KTT ASEAN yang mendatang di Filipina, Rabu (4/11/2026). Foto: Achtar Firdausy/kumparan

Keinginan Timor Leste menjadi Ketua ASEAN pada 2029 menjadi isu yang bakal dibahas pada KTT ASEAN yang digelar pada 16-18 November mendatang di Filipina.

Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Jenderal Kerja Sama ASEAN, Ina Haniningtyas, Rabu (4/11). Ina mengungkap terkait keinginan Timor Leste itu membutuhkan proses panjang.

"Prosesnya belum selesai, banyak norms setting yang masih harus dilakukan oleh Timor-Leste, penyesuaian norma-norma hukum nasionalnya masih belum paripurna sehingga proses dan tahapannya masih terus berlangsung," ujar Ina dalam pertemuan dengan jurnalis di kantor Kemlu.

Timor Leste menjadi anggota ASEAN pada 2025 lalu. Saat itu peresmian keanggotaan Timor Leste diresmikan ketika Malaysia menjadi ketua ASEAN.

Ina kemudian menambahkan pada KTT mendatang akan ada peluncuran logo baru ASEAN. Logo ini mewakili keanggotaan ASEAN yang bertambah dengan kehadiran Timor Leste.

"Salah satu yang akan dilakukan oleh KTT juga adalah launching, peluncuran logo baru ASEAN dengan menambah satu batang padi sehingga menggambarkan Timor Leste sebagai anggota," papar Ina.

Adapun pada KTT ASEAN mendatang akan ada 154 outcome dokumen yang terdiri dari pilar-pilar politik keamanan, ekonomi, dan sosial budaya.

"Tidak semua 154 dokumen ini dihasilkan oleh KTT tetapi ini adalah dokumen-dokumen yang harus dicatat, disahkan, ditanda tangani oleh leaders. Jadi proses dari negosiasi outcome dokumen yang 154 terjadi di level bahkan pada level working group. Jadi sangat amat teknis," tegas dia.