Fokus Irjen Agung Makbul Jika Pimpin KPK: Perkuat Pencegahan Korupsi

Sebanyak 104 orang dari berbagai latar belakang berbeda mengikuti seleksi tahap dua calon pimpinan KPK. Dari 104 tersebut, 14 di antaranya merupakan perwira tinggi (Pati) Polri, dan sembilan lainnya lolos seleksi.
Mereka adalah Wakabareskrim Irjen Antam Novambar, Deputi Bidang Identifikasi dan Deteksi BSSN Irjen Dharma Pongrekun, Widywiswara Utama Sespim Lemdiklat Irjen Coki Manurung, Analisis Kebijakan Utama Polri Bidang Polair Irjen Abdul Gofur.
Bareskrim Brigjen M Iswandi, Widywiswara Madya Sespim Brigjen Bambang Sri Herwanto, Karokunsul Hukum Polri Brigjen Agung Makbul, Analisis Kebijakan Utama Polri Brigjen Juansih, dan Wakapolda Kalimantan Barat Brigjen Sri Handayani.
Sederet Pati yang mengikuti seleksi capim itu memunculkan spekulasi sebagian pihak soal keinginan Polri menguasai KPK. Agung Makbul, salah satu kandidat capim, menilai bahwa seleksi capim KPK terbuka untuk siapapun dan dari kalangan manapun.
“Itu kan namanya pendapat, kalau pendapat, sih, boleh saja. Yang penting ini kan terbuka untuk umum, boleh sipil, TNI, Polri, hakim, jaksa, lawyer, itu bebas,” kata Agung di Pusdiklat Kemensetneg, Jakarta Selatan, Minggu (28/7).
Agung sudah punya konsep KPK bila terpilih jadi salah satu komisioner. Ia ingin KPK fokus pada pencegahan.
“Bahwa kita tetap unsurnya pencegahan. KPK itu bagus untuk membangun aparat penegak hukum. Dengan adanya KPK tentang UUD Nomor 21, akan lebih baik. Ada semacam perhatian pemerintah pada koruptor,” ujar Agung.
Kendati demikian, Agung mengaku santai menjalani seleksi. Ia merasa seleksi tersebut sudah sangat ia kuasai sebagai pati.
“Ini soal kecerdasan kita, jadi intelektual itu enggak bisa dibohongi. Dunia intelektual itu sudah punya masing-masing,” tuturnya.
