Ganjar Buka Peluang Stadion Jatidiri Semarang Dikelola Swasta

kumparanNEWSverified-green

comment
3
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat meninjau Stadion Jatidiri.  Foto: Dok. Humas Pemprov Jawa Tengah
zoom-in-whitePerbesar
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat meninjau Stadion Jatidiri. Foto: Dok. Humas Pemprov Jawa Tengah

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo membuka peluang bagi pihak swasta menjadi pengelola Stadion Jatidiri di Kota Semarang. Hal ini selaras dengan keinginan Ganjar membuat kompleks Stadion Jatidiri menjadi kawasan ecosport tourism.

Stadion Jatidiri saat ini masih dalam proses pengembangan. Rencananya, stadion memiliki tiga lantai tribun yang ditunjang dua lift. stadion ini didesain memiliki kapasitas 45 ribu kursi. Desain eksterior dan interiornya merepresentasikan budaya Jawa.

Diharapkan, Stadion Jatidiri menjadi stadion termegah ketiga di Indonesia, setelah GBK dan Jakabaring. Dengan segala kelebihan itu, Ganjar berharap Stadion Jatidiri ke depan dikelola secara profesional.

"Nanti pengelolaannya kami harapkan bukan dari Pemda, tapi kita carikan profesional untuk mengelola. Sehingga mereka yang mengelola punya pengalaman untuk bisnis properti. Sehingga dia bisa menjual, merawat," kata Ganjar saat mengecek pengerjaan lintasan atletik di Stadion Jatidiri, Semarang, Jumat (13/12).

Penampakan Stadion Jatidiri yang akan rampung akhir tahun 2020 mendatang, Jumat (13/12). Foto: Afiati Tsalitsati/kumparan

Pengelolaan profesional diharapkan bisa menjadikan Stadion Jatidiri mandiri. Sehingga, kata Ganjar, tidak terus bergantung pada pembiayaan negara.

"Sehingga tidak semuanya dibiayai oleh negara, dan publik bisa menyewa. Jangan-jangan dengan seperti itu bisa untung lebih banyak," ungkapnya.

Pengembangan Stadion Jatidiri Semarang yang menyerap anggaran Rp 1,1 triliun itu dijadwalkan rampung akhir 2020. Ketika meninjau, Ganjar tampak takjub dengan beberapa kelebihan yang dimiliki stadion tersebut.

"Kita melihat perkembangan pembangunan GOR Jatidiri yang publik banyak menunggu dengan segala banyak ceritanya. Dan perkembangannya sangat menarik, sangat bagus. Untuk jogging track seperti ini katanya di Indonesia ada tiga, di GBK, Jatidiri dan Papua. Ternyata membuatnya tidak gampang," kata Ganjar.

Penampakan Stadion Jatidiri yang akan rampung akhir tahun 2020 mendatang, Jumat (13/12). Foto: Afiati Tsalitsati/kumparan

Dia mengingatkan agar kontraktor tidak main-main dalam pembangunan Stadion Jatibarang. Ganjar juga meminta masyarakat turut mengawal proses pengembangan tersebut agar tidak ada penyelewengan.

“Ini biayanya mahal, ini duitnya rakyat, mari kita jaga bersama-sama. Ini pesan paling penting,” tegasnya.

Ganjar mengatakan, ke depan kompleks Stadion Jatidiri bukan hanya sebagai fasilitas olahraga namun juga wisata.

"Stadion ini adalah yang kita desain menuju ecosport tourism. Mereka semua yang ada di area Jatidiri akan mendapatkan kenyamanan dan bisa piknik. Dan akan kita bangun terus," kata Ganjar.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat meninjau Stadion Jatidiri. Foto: Dok. Humas Pemprov Jawa Tengah

Sementara itu, Kepala Disporapar Jateng Sinung N Rachmadi menjelakan progres pengerjaan Stadion Jatidiri pada tahap IV ini sudah mencapai 94 persen. Sementara untuk keseluruhan kawasan sudah selesai 85 persen.

“Kita lanjutkan pada 2020 dan selesai pada 2021, untuk stadion baru operasional dan fungsional pada 2021. Nanti pengelolaannya bukan di Pemda lagi, tapi dibentuk semacam badan otoritas yang profesional dan mempunyai basis manajemen di bidang properti,” kata Sinung.

Pekerjaan tahap IV Stadion Jatidiri meliputi rangka atap space frame tribun utara dan barat, penutup atap utara barat, arsitektur dalam, selesar bangunan, dan lintasan atletik.

Selain stadion, di kompleks Jatidiri juga tengah dibangun fasilitas GOR, kolam renang indoor, lapangan tenis berstandar internasional, lapangan voli pasir, kemudian sepatu roda.

Selain itu ada juga asrama untuk Sekolah Khusus Olahraga (SKO), gedung terpadu untuk tempat latihan cabang olahraga perorangan seperti pencak silat. Kemudian gedung penunjang parkir vertikal, serta youth dan gym center.

Seluruh pengerjaan kompleks tersebut memiliki satu desain besar yaitu penggabungan antara olah raga, penghijauan dan kebudayaan.

kumparan post embed