Gara-gara Petis, Koper Jemaah Haji RI Dibongkar di Bandara Madinah

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Petugas PPIH melayani jemaah haji lansia di Bandara Prince Mohammad Bin Abdul Aziz Madinah pada Jumat (24/4/2026). Foto: Dok. MCH 2026
zoom-in-whitePerbesar
Petugas PPIH melayani jemaah haji lansia di Bandara Prince Mohammad Bin Abdul Aziz Madinah pada Jumat (24/4/2026). Foto: Dok. MCH 2026

Sebuah koper milik seorang jemaah haji asal Indonesia terpaksa dibongkar pada saat tiba di Bandara Prince Mohammed Bin Abdul Aziz Madinah. Musababnya, petugas mendeteksi koper jemaah tersebut membawa barang yang dianggap mencurigakan saat diperiksa melalui x-ray.

Koper kemudian dibuka, pemeriksaan pun dilakukan. Ternyata, barang yang dibawa oleh jemaah itu adalah petis yang merupakan bumbu dapur tradisional khas Indonesia. Jemaah tersebut membawa cukup banyak petis.

Kepala Daerah Kerja (Kadaker) Bandara, Abdul Basir, menjelaskan tindakan pembongkaran koper tersebut bukan semata-mata karena jenis barangnya, melainkan karena cara pengemasannya yang tidak lazim di mata petugas keamanan bandara Arab Saudi.

"Kondisi hari ini agak unik ya. Ada satu jemaah yang kopernya terpaksa dibongkar oleh petugas x-ray karena kedapatan membawa petis dalam jumlah yang banyak. Dikemas dalam kemasan yang menurut mereka (petugas) mungkin terlalu mencurigakan," kata Abdul Basir kepada wartawan saat ditemui di Bandara Madinah, Senin (27/04).

Ilustrasi koper jemaah haji. Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Menurutnya, kepadatan dan bentuk bahan organik seperti petis jika dibungkus secara berlapis-lapis dapat memberikan citra yang ambigu pada mesin x-ray. Alhasil memicu protokol pemeriksaan manual guna memastikan keamanan.

Meski jemaah itu sempat tertahan, Abdul Basir memastikan bahwa barang yang dibawanya tersebut tidak disita. Setelah dilakukan pemeriksaan fisik dan diberikan penjelasan oleh petugas haji Indonesia, pihak bandara akhirnya mengizinkan jemaah tersebut membawanya.

"Karena petis itu memang kategori makanan biasa, kategori makanan tradisional, oleh petugas x-ray diberikan (dikembalikan) setelah ada penjelasan dari kita," pungkasnya.