GKR Mangkubumi Bicara Peluang Rute Kereta Api sampai Bantul

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Putri Keraton Yogyakarta, Gusti Kanjeng Ratu Mangkubumi, di Stasiun Tugu Yogyakarta, Rabu (8/4/2026). Foto: Arfiansyah Panji/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Putri Keraton Yogyakarta, Gusti Kanjeng Ratu Mangkubumi, di Stasiun Tugu Yogyakarta, Rabu (8/4/2026). Foto: Arfiansyah Panji/kumparan

Putri Keraton Yogyakarta, Gusti Kanjeng Ratu Mangkubumi, bicara soal peluang rute kereta api hingga Kabupaten Bantul. Ia ingin agar rute kereta ke Bantul dikembalikan seperti dulu.

"Kita kembalikan kalau bisa, ya keretanya sampai ke (Kabupaten) Bantul sana," kata Mangkubumi usai bertemu dengan Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor Leste, Dominic Jermey, di Stasiun Tugu Yogyakarta, Rabu (8/4).

Mangkubumi membeberkan, berdasarkan data Daop 6 Yogyakarta, kereta api merupakan salah satu moda transportasi favorit di DIY. Untuk itu, perlu didukung dengan pengembangan fasilitas agar tidak terjadi kepadatan.

"Kalau menurut Pak Kadaop (Kepala Daop 6), nomor tiga (di Indonesia). Kita ingin sama-sama karena penumpangnya banyak sekali," katanya.

"Penuh, padat, jadi bagaimana kita bersama-sama untuk pengembangan kereta api di (Stasiun) Tugu. Kita ingin stasiun yang ada di Yogyakarta ini bisa lebih baik sesuai dengan harapan Pak Kadaop," sambungnya.

Mangkubumi juga membuka peluang lahan-lahan milik Keraton bisa dimanfaatkan untuk pengembangan berikutnya.

"Oh iya, pasti," kata Mangkubumi.

Ornamen kubah dan pilar menghiasi pintu masuk Stasiun Tugu Yogyakarta di momen jelang Lebaran 2026. Dekorasi ini jadi daya tarik penumpang kereta api. Mereka menyempatkan diri berfoto-ria sebelum perjalanan, Rabu (18/3). Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan

Soal kereta api hingga Bantul, Sekda DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti mengatakan peluang itu ada, tetapi bukan reaktivasi rel.

"Bukan reaktivasi rel, ya, karena sudah tidak memungkinkan. Sebetulnya rencana layanan publik (ke Bantul) dengan kereta itu sudah lama, untuk utara, selatan, dan ke barat," kata Made.

Ada Kajian

Made mengungkapkan, sudah ada kajian beberapa tahun lalu dari Dirjen Perkeretaapian. Reaktivasi rel tidak lagi memungkinkan karena banyak rel sudah tertutup bangunan. Hal yang memungkinkan adalah moda kereta yang berjalan di jalan raya (aspal).

"Tapi tetap namanya kereta, seperti bus. Itu yang memungkinkan karena kita tidak harus membangun rel baru atau mengaktifkan rel lama," katanya.

Kehadiran Dubes Inggris untuk RI ke Yogyakarta, menurut Made, berkaitan dengan transportasi berkelanjutan. Harapannya, ke depan perkotaan Yogyakarta dilayani transportasi publik yang lebih baik.

"Karena tahu sendiri macetnya seperti apa. Tapi tidak mudah juga, kita sudah berapa tahun diskusi masalah ini," katanya.

Persoalan saat ini, menurut Made, ada pada eksekusi yang merupakan wujud nyata dari suatu perencanaan.

"Ini yang kita harapkan dari Inggris. Karena di sini juga pesannya adalah pengurangan polusi," pungkasnya.