Habib Aboe Tiba di MKD DPR, Bakal Diperiksa soal Pernyataan 'Ulama dan Narkoba'
·waktu baca 2 menit

Anggota Komisi III DPR dari Fraksi PKS, Habib Aboe Bakar Al-Habsyi, tiba di Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR, Jakarta, Selasa (14/4). Habib Aboe tiba sekitar pukul 12.15 WIB.
Setibanya di lokasi, ia tidak memberikan keterangan panjang kepada wartawan dan langsung berjalan masuk ke ruang MKD.
“Assalamu’alaikum,” ucap Habib Aboe singkat saat tiba di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.
Saat ditanya mengenai kehadirannya, ia mengaku hanya memenuhi undangan dari MKD.
“Enggak tahu, saya diundang aja,” ujarnya.
Ketika dikonfirmasi apakah pemanggilan tersebut terkait klarifikasi pernyataannya soal Madura, Habib Aboe tidak menjawab secara rinci.
“Insyaallah lancar semua ya,” katanya singkat sebelum masuk ke ruangan.
Pernyataan Habib Aboe
MKD memanggil Habib Aboe untuk diperiksa terkait pernyataannya soal ulama dan pesantren terlibat dalam pusaran narkoba di Madura.
Pernyataan itu Habib Aboe lontarkan saat rapat dengar pendapat bersama Kepala BNN, Komjen Suyudi Ario Seto, dan Dirtipidnarkoba Bareskrim Polri, Brigjen Eko Hadi Santoso, tentang RUU Narkotika dan Psikotropika di DPR, Selasa (7/4).
Saat itu, Habib Aboe meminta BNN dan Polri agar memperkuat kerja sama dengan daerah untuk memberantas narkoba. Ia pun mencontohkan Madura, di mana menurutnya ada ulama dan pesantren yang ikut terlibat bisnis narkoba.
“Contoh, Madura. Saya itu kaget, Pak, ulama sudah mulai ikut terlibat juga dengan narkotika, coba cek benar tidak? Pesantren-pesantren itu juga, Pak. Ini ada apa?,” ucap Habib Aboe.
“Ternyata ada cuan di situ, Pak. Ada cuan di situ, cuan-nya banyak, bukan dikit,” tambahnya.
Ia mengaku tak tendensius saat melontarkan pernyataan itu. Habib Aboe mengaku hanya merasa khawatir.
“Saya khawatir yang bermain ya yang punya posisi-posisi, Pak. Karena ini, atau pebisnis-pebisnis besar,” ucap Habib Aboe.
“Kita harus pikirkan itu daerah-daerah perbatasan, daerah-daerah pinggiran laut, dan sebagainya. Saya nggak sebutkan lah di mana-di mananya. Itu pasti menjadi pusat perjalanan barang-barang tersebut, ya,” tambahnya.
Ia pun meminta temuannya ini menjadi perhatian BNN maupun Polri.
