Head to Head: Sosok Arteria Dahlan dan Emil Salim

Perdebatan panas terjadi antara Arteria Dahlan dan Emil Salim dalam acara Mata Najwa, Rabu (9/10). Muncul aksi dan makian yang kurang etis kala keduanya membahas soal Perppu KPK.
Dalam acara yang dipandu oleh host Najwa Syihab itu, ada momen kala Arteria Dahlan memotong pembicaraan Emil dengan nada keras. Ia menyebut lawan bicaranya itu 'sesat' sambil menunjuk-nunjuknya.
Wacana perdebatan ini ramai diperbincangkan warganet di media sosial. Lantas siapa sebenarnya Arteria Dahlan dan Emil Salim yang jadi sorotan publik tersebut?
Arteria Dahlan
Arteria Dahlan anggota DPR Fraksi PDIP yang baru dilantik pada Senin, 1 Oktober 2019, setelah mengantongi 128.529 suara di dapil Jawa Timur VI.
Ini adalah kali kedua Arteria duduk di DPR, setelah periode sebelumnya jadi wakil rakyat karena menggantikan Djarot Saiful Hidayat yang maju di Pilgub DKI.
Pria kelahiran Jakarta, 7 Juli 1975 ini memiliki latar belakang sebagai seorang pengacara. Selain menjadi anggota DPR, Lulusan Ilmu Hukum Ketatanegaraan Universitas Indonesia (2014) ini merupakan pemilik Kantor Hukum Arteria Dahlan Lawyers sejak 2009.
Sebelumnya, Arteria memulai karier di bidang hukum dari Kantor Hukum Hutabarat, Halim & Rekan pada tahun 2000 hingga pernah menjadi partner di Kantor Hukum Bastaman & Co pada 2006.
Seolah tak terpisahkan dari bidang hukum, karier Arteria di dunia politik juga berkenaan dengan profesi pengacara. Tahun 2010 - 2015, ia menjabat sebagai Ketua Badan Bantuan Hukum dan Advokasi DPP PDIP.
Sejumlah kasus berkenaan dengan PDIP pernah ditangani Arteria. Di antaranya perkara Rieke Diah Pitaloka & Teten Masduki (Pilgub Jabar 2013), kasus AA Ngurah Puspayoga (Pilgub Bali 2013), termasuk kasus Effendi Simbolon & Jumiran Abdi (Pilgub Sumut 2013).
Sebelum terlibat perdebatan dan menggunakan makian 'sesat' kepada Emil Salim, Arteria Dahlan juga pernah mengucap kalimat kontroversial serupa pada Maret 2018 silam.
Saat itu, Arteria Dahlan menggunakan kata 'bangsat' kala mengkritik kinerja Kementerian Agama yang dinilai tak becus mengurus agen travel umrah bermasalah. Anggota Komisi III DPR itu mengaku kesal.
Setelah menuai polemik akibat diksi 'bangsat' yang meluncur dari mulutnya, ia pun memohon maaf.
Emil Salim
Emil Salim merupakan seorang Profesor Ilmu Ekonomi dari Universitas Indonesia. Pria kelahiran Lahat, Sumatera Barat, 8 Juni 1930 ini meraih gelar Ph.D di Universitas California (Berkeley Campus), Amerika Serikat (1964).
Universitas Kebangsaan Malaysia pernah menganugerahkan Gelar Doktor Honoris Causa kepada Emil tahun 1994. Peraih penghargaan Blue Planet Prize 2006 juga pernah menjadi Penasehat Presiden Bank Pembangunan Asia sejak tahun 2009.
Selain menjadi seorang akademisi, Emil juga pernah menjabat berbagai posisi menteri pada rentang 1970-1993. Pada tahun 2007 dan 2010 ia menjabat sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden di era pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono.
Pada pemerintahan era Presiden Soeharto, Emil menjabat Menteri Negara Penyempurnaan dan Pembersihan Aparatur Negara merangkap Wakil Kepala Bappenas (1971-1973), Menteri Perhubungan (1973-1978), Menteri Negara Urusan Kependudukan dan Lingkungan Hidup (978-1983) dan Menteri Negara Pengawasan Pembangunan dan Lingkungan Hidup (1983-1993).
Pada tahun 2012, WWF menganugerahkan “The Leader for the Living Planet Award” kepada Emil Salim. Selama 4 dekade sejak tahun 70-an, ia dinilai konsisten memperjuangkan prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan dalam kebijakan nasional.
