Ibu Korban Pemukulan Satpol PP di Gowa Mengaku Hamil Anak Keenam
·waktu baca 2 menit

Amriana (34), ibu pemilik warkop yang menjadi korban pemukulan anggota Satpol PP di Gowa, mengaku mengandung anak keenam. Kehamilan Amriana sempat dipertanyakan karena tidak bisa dibuktikan secara medis, tetapi hanya lewat tukang urut.
"Sebenarnya ini anak keenam. Sebelumnya keluar, ataukah saya sempat keguguran. Jadi ini, kehamilan keenam," kata Amriana kepada kumparan, Rabu (21/7).
Meski begitu, berdasarkan hasil pemeriksaan medis, ia dinyatakan negatif hamil. Menurut Amriana, kehamilannya itu diketahui setelah ia memeriksakan ke tukang urut.
"Saya tidak pernah periksa kandungan secara medis, melainkan ke tukang urut. Dan itu pada bulan satu atau bulan dua, saya pergi ke tukang urut," tegasnya.
Alasan memeriksakan dirinya ke tukang urut bukan karena ia tak percaya medis. Hanya saja, hal itu sudah menjadi kebiasaannya.
"Bukan tidak percaya medis, melainkan faktor kebiasaan saya. Rata-rata anak saya semua begitu," dalihnya.
Ia menambahkan terakhir menstruasi pada Desember 2020. "Dan saya merasa memang sedang mengandung. Saat ini, saya sedang menanti proses lahiran," tambahnya.
"Tapi kok, dapat musibah seperti ini. Kehamilan ataukah anak saya tidak diakui. Jadi, saya cuma menunggu keajaiban saja. Apakah bulan ini ataukah bulan depan saya lahiran, nanti kita lihat," sambungnya.
Amriana dan suaminya, Nur Halim, menjadi korban pemukulan anggota Satpol PP Gowa, Mardani Hamdan, saat penertiban PPKM. Perbuatan tersebut sempat terekam kamera CCTV hingga akhirnya viral. Dalam video yang viral itu disebut Amriana sedang hamil.
Dalam kasus ini, anggota Satpol PP Gowa, Mardani Hamdan, ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penganiayaan.
Mardani pun telah dicopot dari jabatannya sebagai Sekretaris Satpol PP Gowa. Saat ini Mardani juga telah ditahan di rumah tahanan Polres Gowa.
