'Ibu Lagi Bobo': Haru Pemakaman Korban KA Bekasi Timur, Tangis Keluarga Pecah
·waktu baca 2 menit

"Ibu lagi bobo". Ucapan tersebut disampaikan sang nenek kepada cucunya pada saat pemakaman Harum Anjarsari di TPU Cipayung Jakarta Timur, Rabu (29/4).
Bocah laki-laki itu hanya menatap polos ke arah foto ibunya yang tepat berada di nisan ibunya tanpa berbicara. Sesekali, tangannya mencoba menggapai foto tersebut.
Bocah itu adalah anak dari Harum Anjarsari yang menjadi salah satu korban meninggal dalam insiden kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur. Almarhumah meninggalkan suami serta dua anak yang masih kecil, berusia 7 tahun dan 3 tahun.
Prosesi pemakaman berlangsung penuh haru. Tangis pecah dari keluarga pun mewarnai pemakaman Harum. Ibu, bapak, suami, hingga anak-anak Harum tampak hadir mengantarkan kepergiannya ke tempat peristirahatan terakhir.
Pusara Harum dipenuhi bunga-bunga. Sebuah foto semasa hidupnya juga terlihat diletakkan di bagian nisan.
Suasana semakin mengharukan ketika kedua orang tua Harum memangku anak bungsunya yang masih berusia 3 tahun. Di sisi lain, suami Harum terlihat tidak kuasa menahan tangisnya. Hal serupa juga terlihat dari ayah Harum yang larut dalam kesedihan.
Harum menjadi salah satu dari 15 korban meninggal dunia dalam peristiwa kecelakaan KRL yang tertabrak KA di Bekasi Timur.
Kecelakaan beruntun yang melibatkan KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek terjadi di kawasan Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) malam.
Insiden ini bermula ketika ada sebuah taksi yang mogok di perlintasan sebidang daerah Ampera, Bekasi Timur. Taksi tersebut mengalami permasalahan listrik. Taksi tersebut kemudian tertabrak KRL arah Jakarta.
Imbas kecelakaan itu membuat satu rangkaian KRL arah Cikarang menjadi terhenti di Stasiun Bekasi Timur. KRL ini yang kemudian ditabrak dari belakang oleh KA Argo Bromo Anggrek.
