Ikuti Arahan Luhut, Koster Mulai Pindahkan Pasien Isoman ke Isoter di Bali
ยทwaktu baca 1 menit

Menko Marves Luhut Binsar Panjaitan menyoroti kasus corona di Bali yang masih tinggi. Padahal, vaksinasi corona sudah mencapai 90 persen.
Saat memantau penanganan COVID-19 di Pulau Dewata, Luhut juga menyoroti rendahnya tempat isolasi terpusat (isoter). Sebagian besar pasien COVID-19 di Bali memang menjalani isolasi mandiri (isoman)
Menanggapi hal ini, Gubernur Bali Wayan Koster menuturkan, Satgas COVID-19 akan mewajibkan setiap kasus baru corona untuk menjalani isoter. Ia menginstruksikan agar seluruh kepala daerah Kabupaten/kota se- Bali untuk menyiapkan tempat isoter.
Pemprov Bali akan mendirikan 12 hotel tambahan untuk pasien COVID-19. Rata-rata hotel akan memiliki kapasitas sekitar 200 kamar.
"Warga yang terkena kasus baru COVID-19 dengan kondisi tanpa gejala atau sehat (OTG) diwajibkan mengikuti Isolasi/karantina terpusat, tidak dibolehkan isolasi mandiri untuk menghindari penularan dalam keluarga," kata Koster saat jumpa pers di Denpasar, Jumat (13/8).
Ia juga meminta kepada seluruh kepala daerah untuk memindahkan pasien COVID-19 yang sedang menjalani isoman. Minimal pasien yang isoman kurang dari 10 hari.
"Sedangkan yang sudah mengikuti isolasi mandiri di rumah selama 10 hari atau lebih boleh tetap di rumah menugaskan Perbekel/Lurah dan Bendesa Adat se-Bali untuk mengawasi warganya yang sedang," kata dia.
Saat ini, ada 91.251 orang dinyatakan positif COVID-19 di Bali. Sebanyak 76.080 orang sembuh, 2.579 orang meninggal dan 12.592 orang masih dirawat. Sebanyak 8.163 orang atau 85 persen menjalani isoman.
