Insiden KA Jaka Tingkir dan KA Serayu Tergelincir di Stasiun Pasar Senen

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
KA yang anjlok di Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat. Foto: Dok. Polres Jakpus
zoom-in-whitePerbesar
KA yang anjlok di Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat. Foto: Dok. Polres Jakpus

KA Jaka Tingkir dan KA Serayu tergelincir di wesel utara Stasiun Pasar Senen, Jumat (22/5) pagi. Kedua kereta tersebut anjlok hingga menyebabkan terganggunya jadwal sejumlah perjalanan kereta.

“KAI Daop 1 Jakarta memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan pelanggan akibat adanya gangguan operasional ini. Kami terus berupaya melakukan percepatan normalisasi operasional serta pengaturan pola operasi untuk meminimalkan dampak terhadap pelanggan,” kata Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, dalam keterangannya, Jumat (22/5).

Adapun sejumlah perjalanan KA Jarak Jauh yang terdampak antara lain:

  • KA 284 Serayu Pagi relasi Pasarsenen–Kiaracondong, Jadwal keberangkatan 09.30 WIB, estimasi berangkat 13.30 WIB.

  • KA 272 Airlangga relasi Pasarsenen–Surabaya Pasarturi, Jadwal keberangkatan 09.15 WIB, posisi rangkaian berada di Dipo Cipinang.

  • KA 204 Tegal Bahari relasi Pasarsenen–Tegal, Jadwal keberangkatan 10.20 WIB, posisi rangkaian berada di Dipo Cipinang.

  • KA 90 Gaya Baru Malam Selatan relasi Pasarsenen–Surabaya Gubeng, Jadwal keberangkatan 11.10 WIB, posisi rangkaian berada di Dipo Cipinang.

  • KA 270 Matarmaja relasi Pasarsenen–Malang, Jadwal keberangkatan 11.25 WIB, posisi rangkaian berada di Dipo Cipinang.

  • KA 256B Jaka Tingkir relasi Pasarsenen–Solo Balapan, Jadwal keberangkatan 11.50 WIB, posisi rangkaian berada di Stasiun Pasarsenen.

kumparan post embed
Kepadatan penumpang di Stasiun Pasar Senen pada Jumat (22/5/2026). Foto: Aditya Nugraha/kumparan

Terdampaknya jadwal kereta jarak jauh membuat penumpang menumpuk di Stasiun Pasar Senen.

Pantauan kumparan di lokasi, terlihat sejumlah penumpang tertahan di ruang tunggu stasiun. Mereka yang tertahan adalah calon penumpang kereta api jarak jauh.

Tampak para penumpang membawa banyak barang bawaan, menggunakan tas besar hingga koper. Mereka masih menunggu kepastian kapan akan diberangkatkan.

kumparan post embed

Polisi Sebut Kereta Bersenggolan

Situasi Stasiun Pasar Senen Pasca Insiden KA Jaka Tingkir dan KA Serayu Anjlok, Jumat (22/5/2026). Foto: Aditya Nugraha/kumparan

Polisi menyebut kedua kereta itu bersenggolan. Kapolsek Senen Kompol Widodo Saputro mengatakan berdasarkan keterangan saksi, insiden bermula sekitar pukul 09.30 WIB ketika KA Serayu tujuan Purwokerto hendak langsir ke arah Kemayoran. Saat itu, bagian belakang kereta tersenggol kepala lokomotif lain yang juga sedang melakukan langsir.

“Menurut keterangan saksi kejadian sekitar Pukul 09.30 Wib berawal saat Kereta Serayu Tujuan Purwokerto yang akan langsir menuju Stasiun Kemayoran tersenggol gerbong bagian belakangnya oleh kepala lokomotif lain yang akan langsir juga arah Stasiun Kemayoran di TKP,” kata dia.

Akibat kejadian tersebut, kepala lokomotif yang menyenggol mengalami anjlok. Sementara rangkaian KA Serayu terdorong sekitar 100 meter dan menyebabkan gerbong bagian belakang ikut keluar jalur.

“Yang mengakibatkan kepala lokomotif yang menyenggol Kereta Serayu anjlok sedangkan kondisi Kereta Serayu terdorong sekitar 100 m dan anjlok juga gerbong bagian belakang,” ujarnya.

kumparan post embed

KAI Sebut Kereta Tergelincir Tidak Berkaitan

Franoto Wibowo, Manajer Humas PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta. Foto: Aditya Nugraha/kumparan

Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, mengatakan peristiwa tergelincirnya KA Jaka Tingkir dan KA Serayu tidak saling berkaitan. Keduanya disebut tergelincir di titik yang berjauhan.

“Kalau melihat letaknya nggak (berkaitan), (posisinya) jauh malah,” ujar Franoto, di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Jumat (22/5).

Franoto menjelaskan sekitar pukul 07.58 WIB terdapat kabar dua rangkaian tergelincir. Yang pertama adalah lokomotif eks KA Jaka Tingkir.

“Tergelincirnya lokomotif eks kereta api Jaka Tingkir, bekas kereta api Jaka Tingkir, dan dua as kereta, bukan kereta api ya, kereta Serayu. Lokasinya berjauhan,” katanya.

Namun demikian, dia masih belum mengungkap penyebab dua KA itu tergelincir.

“Betul, dan masih dalam penyelidikan,” ujarnya.

Franoto merinci, lokomotif eks Jaka Tingkir memiliki enam as dan lima di antaranya tergelincir.

KA yang anjlok di Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat. Foto: Dok. Polres Jakpus

“Satu lokomotif, tapi lokomotif itu ada enam as, yang tergelincirnya lima,” katanya.

Sementara pada KA Serayu, dua dari empat as yang dimiliki satu gerbong dilaporkan keluar dari rel.

“Satu kereta itu atau bahasa masyarakat itu satu gerbong itu ada empat as, yang tergelincirnya dua as,” ujarnya.

Ia menjelaskan lokomotif eks Jaka Tingkir baru tiba dari wilayah Daop 6 dan hendak disimpan, sementara KA Serayu justru hendak bergerak menuju jalur utama.

“Yang satu lagi baru datang dari wilayah Daop 6 Yogyakarta Purwosari, sudah turun penumpang semuanya dan mau disimpan atau dilangsir di jalur parkir,” ujarnya.

“Yang satu mau berangkat, jadi dari jalur simpan dari jalur parkir mau ke jalur utama,” tambahnya.

kumparan post embed

Tidak Ada Korban Jiwa

Situasi Stasiun Pasar Senen Pasca Insiden KA Jaka Tingkir dan KA Serayu Anjlok, Jumat (22/5/2026). Foto: Aditya Nugraha/kumparan

Proses evakuasi selesai sekitar pukul 13.07 WIB, perjalanan kereta jarak jauh yang sempat terdampak mulai kembali normal.

KAI memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Sebab kedua kereta tidak mengangkut penumpang.

"Kereta langsir, belum ada penumpang," kata Franoto saat dihubungi, Jumat (22/5).

Franoto belum bisa mengungkap penyebab pasti insiden tersebut. Proses investigasi lebih lanjut masih perlu dilakukan.

Saat ini, menurutnya, proses evakuasi dua KA itu sudah selesai dilaksanakan.

"Sudah lancar jalur, sudah pulih," ungkapnya.

kumparan post embed