Isak Tangis Iringi Penghormatan Terakhir George Floyd Sebelum Dimakamkan

Isak tangis menderu di Gereja The Fountain of Praise di Houston, Texas, Selasa (9/10) waktu setempat, mengiringi penghormatan terakhir George Floyd.
Penghormatan terakhir ini bagian dari prosesi pemakaman Floyd yang dihadiri keluarga, teman, dan para pemimpin agama dan politik. Ada sekitar 500 pelayat yang diundang. Keluarga dan orang terdekat Floyd tampak mengenakan baju serba putih sebagai simbol penghormatan.
Anggota keluarga dari pria kulit hitam lainnya yang terbunuh dalam kasus rasialisme dan kebrutalan polisi juga turut hadir. Seperti ibu dari Eric Garner, lelaki New York yang juga meninggal karena dicekik lehernya dengan lutut oleh polisi. Kemudian, keluarga Ahmaud Arbery, seorang lelaki Georgia berusia 25 tahun yang ditembak dan dibunuh pada Februari ketika sedang joging.
Para pelayat juga disarankan untuk mengenakan masker demi mencegah penyebaran corona. Beberapa pelayat mengenakan masker bertuliskan "Saya tidak bisa bernapas" --ucapan Floyd sebelum pingsan karena dicekik lehernya dengan lutut (chokehold) oleh seorang polisi AS.
Sementara jenazah Floyd disemayamkan dalam sebuah peti berwarna emas. Terpampang foto Floyd dan berbagai ilustrasi seni pop sosok Floyd yang mengenakan topi bisbol.
"Ini adalah perayaan pulang (kepada Sang Pencipta) dan juga pergi (dari keluarga tercinta)," kata Pendeta Mia Wright, pastor di Fountain of Praise Church, kepada para pelayat, seperti dilansir Reuters, Rabu (10/10).
Mantan Wakil Presiden AS, Joe Biden, yang juga kandidat calon presiden dari Partai Demokrat, turut menyampaikan duka citanya melalui video singkat. Biden pun mendorong penghentian sikap rasialisme atau rasisme di masyarakat AS.
"Mengapa di negara ini terlalu banyak orang kulit hitam yang bisa kehilangan nyawanya hanya dengan menjalani hidup mereka? Kita tidak boleh berpaling. Kita tidak bisa meninggalkan momen ini dengan berpikir kita dapat sekali lagi berbalik jauh dari rasisme," ungkap Biden.
Sosok Floyd hingga akhir hayatnya akan terus dikenang orang-orang terdekatnya. Godfrey Johnson, salah seorang teman sekolah Floyd saat SMA, tak menyangka kawannya itu akan pergi secepat ini.
"Kematian ini adalah hal terburuk yang pernah saya bayangkan, menyaksikan dia berubah dari berbicara dan bernafas menjadi membiru," kata Johnson yang mengenakan kaus "Aku tidak bisa bernapas".
Di luar gereja, berjejer bendera Amerika Serikat dan karangan bunga yang diletakkan di sekitar foto Floyd. Prosesi pemakaman ini turut dihadiri masyarakat umum yang ingin memberi penghormatan dan mengenang kematian pria keturuan Afrika-Amerika itu.
Setelah kebaktian, rencananya jenazah Floyd akan langsung dimakamkan di Pemakaman Taman Memorial Houston di Pearland atau sekitar 24 kilometer dari gereja. Jenazah Floyd akan diantar ke tempat peristirahatan terakhirnya dengan kereta kuda. Floyd akan dimakamkan di samping makam ibunya.
Floyd meninggal pada 25 Mei di Minneapolis, Minnesota, akibat lehernya dicekik dengan lutut oleh seorang polisi hampir 9 menit. Floyd sempat meminta tolong karena tak bisa bernapas.
Floyd ditangkap polisi setelah dilaporkan menggunakan uang palsu untuk membeli makanan. Video rekaman penangkapan Floyd pun beredar luas di media sosial.
Kematian Floyd pun memicu gelombang protes di seluruh Amerika Serikat dan dunia terhadap rasialisme, penganiayaan terhadap orang kulit hitam, dan kekerasan yang dilakukan polisi. Protes ini pun memunculkan gerakan Black Lives Matter.
Kasus ini juga mendorong pemerintahan Presiden AS Donald Trump ke dalam krisis politik. Ketika aktivis dan sejumlah politisi di seluruh negeri menyerukan pengurangan anggaran polisi dan mengalihkan uang, Trump malah menolaknya dengan mengatakan 99 persen polisi adalah orang-orang hebat.
Derek Chauvin (44), eks polisi yang berlutut di leher Floyd telah didakwa melakukan pembunuhan tingkat dua, Pengadilan memuruskan jaminannya meningkat dari 1 juta dolar AS menjadi 1,25 juta dolar AS. Tiga rekan terdakwa juga dituduh membantu dan bersekongkol dalam pembunuhan Floyd.
Gubernur Minnesota, Tim Walz, meminta masyarakat untuk berdiam diri dan mengheningkan cipta selama 8 menit, 46 detik untuk menghormati pemakaman Floyd.
"Dunia menyaksikan dengan kengerian ketika kehidupan George Floyd diambil. Kita harus melakukan segalanya dengan kekuatan kita untuk bersama-sama mendekonstruksi generasi di negara kita sehingga setiap warga Minnesota, baik berkulit hitam, pribumi, cokelat, atau putih bisa hidup aman," seru Walz.
Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona
————-----------------------
Yuk! bantu donasi atasi dampak corona.
