Istana Sebut Tak Ada Agenda Reshuffle Kabinet Hari Ini

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 1 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Joko Widodo (tengah) berfoto di halaman Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (19/9/2023). Foto: Akbar Nugroho Gumay/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Joko Widodo (tengah) berfoto di halaman Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (19/9/2023). Foto: Akbar Nugroho Gumay/ANTARA FOTO

KPK pada Senin (11/10) malam resmi mengumumkan mantan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo sebagai tersangka kasus dugaan korupsi di Kementerian Pertanian.

Penetapan tersangka politikus NasDem itu kembali memunculkan isu reshuffle kabinet pemerintahan Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin. Terkait hal itu, Koordinator Staf Khusus Presiden Ari Dwipayana memastikan tidak ada agenda pelantikan menteri hari ini.

Kepala Badan Pangan Nasional (National Food Agency) atau NFA Arief Prasetyo Adi menjadi Plt Mentan. Foto: Ghinaa Rahmatika/kumparan

"Tidak betul. Pada agenda resmi Presiden RI tidak ada agenda pelantikan menteri," kata Ari kepada wartawan, Kamis (12/10).

Sebelumnya, Presiden Jokowi mengungkapkan telah menerima permintaan pengunduran diri SYL sebagai Mentan. Jokowi pun menunjuk Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo sebagai Plt Mentan.

X post embed
Koordinator Staf Khusus Presiden Ari Dwipayana di Kantor Kemensetneg, Jakarta, Jumat (6/10/2023). Foto: Nadia Riso/kumparan

Jokowi kemudian menerima SYL pada Minggu (8/10). Kedatangan SYL untuk pamit dari kabinet sekaligus menyerahkan laporan kerja selama menjabat sebagai Mentan periode 2019-2023.

Ada beberapa perkara yang diduga melibatkan SYL, yakni pemerasan dalam jual beli jabatan dan gratifikasi. Diduga total yang diterima SYL dkk ialah sebesar Rp 13,9 miliar.

Untuk kasus pemerasan, diduga SYL mendapatkan sejumlah setoran dari anak buahnya di Kementan. Ia diduga memeras sejumlah anak buahnya hingga setara Dirjen Kementan.

kumparan post embed