Jakarta Tambah Target Vaksinasi Jadi 11 Juta Orang, ini Alasannya

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Vaksinasi corona di Kantor Pusat PII, Graha Rekayasa Indonesia, Setiabudi, Jakarta Selatan, Kamis (12/8). Foto: PII
zoom-in-whitePerbesar
Vaksinasi corona di Kantor Pusat PII, Graha Rekayasa Indonesia, Setiabudi, Jakarta Selatan, Kamis (12/8). Foto: PII

Pemprov DKI Jakarta terus mengejar target vaksinasi terhadap warga ber-KTP DKI maupun non KTP DKI Jakarta. Saat ini, Jakarta memutuskan untuk menambah target vaksinasi dari 8,9 juta menjadi 11 juta orang.

“Kami Pemprov mengubah target capaian yang tadinya 8.815.157 [lalu 8.941.211] menjadi 11 juta,” kata Wagub DKI Jakarta Riza Patria usai meninjau donor plasma darah, di Jakarta Timur, Jumat (13/8).

kumparan post embed

Jakarta saat ini sudah melakukan vaksinasi kepada 8,7 juta orang. Bila merujuk pada target awal, tentu sedikit lagi target itu akan tercapai.

“Alhamdulillah sampai dengan 12 Agustus sudah 8.771.557 dosis 1 dosis 2 nya sudah 3.820.779 dan dosis 1 dan 2 12.592.336 dosis,” tambah dia.

Namun, setelah dilihat datanya lebih dalam, angka itu tidak hanya didapat dari warga ber-KTP Jakarta yang melakukan vaksinasi, ada pula warga non KTP Jakarta yang masuk dalam data vaksinasi.

Warga Jakarta melakukan vaksinasi dengan mobil vaksin keliling. Foto: Pemprov DKI Jakarta

Ini bukan soal salah data karena Jakarta memang menerima warga dari mana pun untuk bisa vaksinasi di berbagai sentra vaksinasi di Jakarta.

“Karena ternyata dari jumlah yang ada lebih dari 30 sampai 40 persen diisi oleh warga KTP non DKI,” jelasnya.

Warga Ber-KTP DKI Jakarta yang sudah divaksin. Foto: Pemprov DKI Jakarta

Merujuk pada situs corona.jakarta.go.id, warga ber-KTP Jakarta yang sudah melakukan vaksinasi ternyata baru 58,3%.

Sebelumnya, Jakarta memiliki target yang diminta oleh Presiden Jokowi sebelum akhir Agustus sebanyak 7,5 juta dosis. Kemudian, dari Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menaikkan targetnya sebanyak 8,8 juta dosis pertama sudah harus disuntikkan ke warganya.

embed from external kumparan