JakWIFI, Cara Pintar Mengakses Wifi Publik di Kota Jakarta

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Wi-Fi Gratis. Foto: Aditia Noviansyah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Wi-Fi Gratis. Foto: Aditia Noviansyah/kumparan

Sejak pandemi corona melanda Jakarta, masyarakat dituntut untuk beradaptasi agar kegiatan yang biasa dilakukan sebelum pandemi bisa tetap berlanjut. Salah satu cara untuk tetap tersambung meski adanya pembatasan interaksi fisik adalah dengan memanfaatkan jaringan internet.

Karyawan yang dulu bertatap muka untuk berdiskusi, kini mengalihkan pertemuan mereka ke aplikasi konferensi video. Begitu juga dengan para pelajar yang melakukan sistem Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

"Namun, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyadari, belum semua warga Jakarta memiliki akses internet, terutama mereka yang tinggal di perkampungan padat penduduk. Hambatan serupa juga dialami oleh sebagian peserta didik yang saat ini sedang mengikuti PJJ di rumah. Oleh karena itu, Pemprov DKI kembali mengambil kebijakan inovatif dalam wujud Internet untuk Semua-JakWIFI," ujar Kepala BLUD Jakarta Smart City Yudhistira Nugraha dalam keterangannya.

JakWIFI merupakan program Pemprov DKI dalam mendukung konektivitas dan produktivitas masyarakat di masa pandemi COVID-19 dengan menyediakan akses internet gratis di ribuan titik di seluruh penjuru Ibu Kota. Program ini diluncurkan pada 28 Agustus 2020 lalu secara virtual dan ditujukan untuk memudahkan masyarakat belajar dan bekerja dari rumah demi menekan angka penyebaran COVID-19.

Pemprov DKI menargetkan 9.413 titik JakWIFI yang akan dibangun di seluruh Jakarta. Saat ini sudah ada 5.665 titik Wifi publik yang dapat dimanfaatkan warga secara gratis dengan rincian:

- 1.497 lokasi JakWIFI yang disediakan langsung oleh Pemprov DKI Jakarta;

- 4.155 lokasi yang disediakan oleh BaliTower

- 13 lokasi yang disediakan oleh APJATEL.

Untuk menikmati program JakWIFI, warga dapat menemukan lokasi access point (AP) dengan mudah melalui fitur JakWifi di aplikasi Jakarta Kini (JAKI).

Ada beberapa informasi penting yang bisa didapatkan dalam fitur JakWIFI yakni, lokasi AP yang tergabung dalam program JakWIFI, nama AP, titik kenal lokasi (misalnya RPTRA, sekolah, dan lainnya) dan penyedia jasa Wifi yang tergabung dalam program JakWIFI.

Akses internet gratis JakWIFI dapat digunakan oleh seluruh warga Jakarta, baik peserta didik untuk mendukung PJJ, UMKM untuk memasarkan dan mempromosikan produk, para pekerja dalam menjalankan Work From Home (WFH), dan lainnya.

Program ini diharapkan juga dapat membantu para pelaku UMKM, khususnya UMKM binaan atau anggota Jakpreneur yang ada di Lokasi Binaan (Lokbin), Lokasi Sementara (Loksem), serta Pujasera dalam mempromosikan dan memasarkan produk mereka melalui pasar online atau marketplace lain selain Jakpreneur.

embed from external kumparan

TIPS AMAN MENGGUNAKAN WIFI PUBLIK

Ilustrasi sinyal internet Wi-Fi. Foto: rawpixel via Pixabay

Lewat JakWIFI, masyarakat bisa memilih tempat yang nyaman untuk berselancar di internet. Namun alangkah baiknya jika tetap memperhatikan tata cara pemakaian Wifi publik;

Perhatikan Jaringan Wi-Fi yang Terkoneksi

Sebelum kamu berangkat menuju tempat Wifi publik, pastikan perangkatmu seperti laptop atau smartphone, sudah berada dalam pengaturan pemilihan Wifi secara manual. Ini untuk menghindari kemungkinan kamu terkoneksi secara otomatis ke jaringan Wifi yang dibuat oleh pihak tidak bertanggung jawab. Selain itu, perhatikan pula nama jaringan Wifi (SSID) yang kamu pilih. Jangan sampai kamu tersambung ke jaringan yang sengaja dibuat untuk menjebak dan merugikanmu. Tanyakan SSID yang benar kepada pihak pengelola Wifi setempat, misalnya petugas RPTRA atau pengelola gedung.

Hindari Mengisi Informasi Pribadi

Saat menggunakan jaringan Wifi publik, kamu pun sangat dianjurkan untuk tidak melakukan kegiatan internet yang mengharuskanmu untuk memberikan data atau informasi sensitif, seperti tempat tinggal dan nomor telepon. Jadi, jika kamu perlu bertransaksi, misalnya untuk belanja online, atau bisa juga saat melakukan registrasi, sebaiknya tunda hal tersebut sampai kamu berada di jaringan privat.

Utamakan Situs Berprotokol HTTPS

Saat menjelajah internet, kamu mungkin pernah mendapat peringatan bahwa situs yang kamu kunjungi tidaklah aman. Seringkali ini disebabkan oleh situs yang tidak terproteksi oleh protokol https (Hypertext Transfer Protocol Secure).

Protokol https menawarkan sejumlah keamanan, khususnya perlindungan dari serangan Man-In-The-Middle (MITM), yakni ketika penyerang menyusup di tengah (middle) komunikasi atau transaksi antara dua pihak, biasanya untuk menyerap informasi-informasi sensitif dan pribadi. Untuk mengecek apakah situs yang kamu kunjungi sudah berprotokol https, kamu bisa mengetahuinya melalui tampilan gambar gembok yang berada di samping kotak alamat pada browser.

Pastikan Antivirus dan Firewall Aktif

Sebagian besar sistem operasi saat ini sudah memiliki antivirus dan firewall bawaan yang cukup efektif dalam mengamankan perangkatmu. Kedua fitur ini kemungkinan besar sudah aktif sejak awal, namun tidak ada salahnya melakukan pengecekan ulang untuk memastikannya.

"Buat yang belum tahu, antivirus merupakan fitur pengaman yang bisa digunakan untuk memeriksa satu atau bahkan seluruh file dalam sebuah perangkat dari ancaman perangkat lunak yang berbahaya (malware). Sementara firewall diaktifkan untuk mencegah percobaan akses tidak berizin yang dilakukan melalui internet," kata Yudhistira.

embed from external kumparan