Janji-janji Taliban Memerintah Afghanistan: Tak Ada Dendam, Hormati Hak Wanita
·waktu baca 4 menit

Setelah berperang selama 20 tahun lamanya, Taliban merebut kekuasaan dari pemerintahan Afghanistan yang didukung kuat oleh pihak Barat.
Kelompok ini merebut sebagian besar wilayah Afghanistan sejak 6 Agustus lalu dan menguasai Ibu Kota Kabul pada akhir pekan lalu.
Rezim Taliban dikenal dengan citra radikal yang melekat erat. Hal ini disebabkan oleh kecenderungan mereka dalam melarang berbagai aktivitas atas dasar agama, seperti larangan menonton film, mendengar musik, hingga tidak memperbolehkan anak perempuan di atas usia 10 tahun untuk sekolah.
Mereka yang berani melanggarnya, maka akan berhadapan dengan berbagai hukuman mulai cambuk, pengucilan, hingga eksekusi mati.
Namun saat ini besar kemungkinan sejumlah aturan yang dulu pernah mereka terapkan akan berganti. Salah satu contohnya mengizinkan perempuan untuk sekolah dan bekerja.
Tidak hanya itu sejumlah janji lainnya disampaikan Taliban terkait kepemimpinan mereka. Berikut rangumannya:
Taliban Akan Hormati Kebebasan Pers yang Junjung Tinggi Nilai Islam
Taliban menyebut akan melindungi kebebasan pers di Afghanistan. Hal tersebut disampaikan oleh Juru Bicara Taliban, Zabihullah Mujahid dalam konferensi pers pada Selasa (17/8).
“Kami berkomitmen kepada media di dalam kerangka kerja kebudayaan kami. Media swasta dapat terus memiliki kebebasan dan bergerak independen. Mereka dapat meneruskan kegiatan mereka,” kata Mujahid.
Tetapi, Taliban memiliki permintaan tersendiri kepada media, yaitu harus terus bekerja di bawah nilai-nilai Islami dan tak boleh melawan nilai-nilai kenegaraan Afghanistan.
“Islam adalah nilai yang sangat penting dalam negara kita, dan tak boleh ada satu pun yang melawan nilai-nilai Islami. Oleh karenanya, dalam aktivitas media, nilai-nilai Islami harus selalu dijunjung tinggi,” kata dia, sebagaimana dikutip dari Al Jazeera.
Ia melanjutkan, Taliban meminta media lokal Afghanistan untuk tidak memiliki keberpihakan. Media diperbolehkan untuk mengkritik, kata Mujahid. Para jurnalis diminta untuk tidak melawan nilai-nilai nasional Afghanistan.
Taliban Janji Akan Hormati Hak Wanita Afghanistan Sesuai Syariat Islam
Taliban mengungkapkan komitmennya untuk menghormati hak-hak wanita yang sebelumnya sangat mereka batasi. Dikutip dari Al Jazeera, Taliban memiliki kerangka kerja tersendiri untuk memastikan hak-hak wanita tetap sesuai dengan syariat Islam.
“Kami akan mengizinkan wanita untuk bekerja dan mengenyam pendidikan. Tentu saja, kami memiliki kerangka kerja sendiri. Wanita akan memiliki peran yang sangat aktif di tengah masyarakat, tetapi tetap dalam kerangka Islami,” kata Juru Bicara Taliban, Zabihullah Mujahid, pada Selasa (17/8).
Mujahid mengatakan, tak akan ada lagi diskriminasi terhadap wanita dan mereka akan bekerja bersama-sama, bahu-membahu membangun Afghanistan.
“Akan ada perbedaan dalam tindakan-tindakan yang kami lakukan jika dibandingkan dengan 20 tahun lalu,” lanjutnya.
Menjaga Keamanan dann Menghindari Konflik
Jubir Taliban, Zabihullah Mujahid menyebut memastikan, Taliban akan mencoba menjaga keamanan di Afghanistan. Sehingga, mereka bakal sebisa mungkin menghindari konflik.
"Imarah Islam, setelah kebebasan negara ini tidak akan balas dendam kepada siapa pun, kami juga tak ada dendam ke siapa pun," ucap dia.
"Kami tahu, kami sudah mengalami periode krisis yang sangat menantang, banyak kesalahan yang menguntungkan penjajah sudah dibuat. Kami ingin pastikan Afghanistan bukan lagi medan konflik," tegasnya.
Dalam video yang beredar saat menguasai Istana Kepresidenan di Kabul, Taliban menyatakan nama negara mereka adalah Imarah Islam Afghanistan, bukan lagi Republik Islam Afghanistan. Imarah adalah bentuk keemiran/keamiran atau emirat.
Taliban Ampuni Pejabat Pemerintahan Afghanistan, Minta Mereka Kembali Bekerja
Taliban mengumumkan pengampunan terhadap seluruh pejabat pemerintah Afghanistan. Kelompok itu meminta mereka kembali bekerja.
Pengumuman disampaikan Taliban dua hari usai merebut kekuasaan di Afghanistan. Kini ibu kota Kabul dan sebagian besar wilayah sudah dikuasai oleh Taliban.
"Pengampunan total sudah dideklarasikan kepada kalian semua," kata Taliban seperti dikutip dari AFP.
"Kalian semua bisa memulai hidup rutin dengan penuh kepercayaan," sambung mereka.
Komitmen Taliban ke UNICEF: Dukung Penuh Pendidikan Terhadap Perempuan
UNICEF mengatakan, beberapa anggota Taliban mendukung pendidikan untuk perempuan. Hal tersebut tidak dilakukan Taliban saat berkuasa di Afghanistan pada 1996 sampai 2001 lalu.
Komitmen itu diterima UNICEF dari perwakilan Taliban di beberapa wilayah usai mereka merebut mayoritas daerah di Afghanistan akhir pekan lalu.
Sampai saat ini UNICEF masih mengirimkan bantuan ke sebagian besar wilayah Afghanistan. Kepala Operasional UNICEF di Afghanistan, Mustapha Ben Messaoud, berharap di masa depan badannya tersebut bisa menjalin kerja sama dengan Taliban.
"Kami terus berdiskusi, kami cukup optimis berdasarkan diskusi-diskusi ini (dengan Taliban)," ucap Messaoud seperti dikutip dari Reuters.
"Kantor kami di lapangan tidak mempunyai masalah dengan Taliban," sambung dia.
Messaoud menjelaskan, kini Taliban sedang menunggu pedoman dari pemimpinnya bagaiman bentuk dukungan pendidikan perempuan. Beberapa anggota Taliban bahkan berkomitmen pendirian dan pengelolaan pendidikan dan sekolah.
