Jembatan Darurat di Lebak Terputus Akibat Banjir

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Jembatan darurat di Desa Ciladeun, Kecamatan Lebak Gedong, Kabupaten Lebak, terputus karena banjir. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Jembatan darurat di Desa Ciladeun, Kecamatan Lebak Gedong, Kabupaten Lebak, terputus karena banjir. Foto: Dok. Istimewa

Hujan lebat di wilayah Taman Nasional Gunung Halimun Salak mengakibatkan dua sungai di Ciberang dan Cidurian, Kabupaten Lebak, meluap, Senin (6/9).

Luapan sungai itu menyebabkan sejumlah desa terendam banjir. Bahkan jembatan darurat yang menghubungkan Kecamatan Cibeber dan Lebak Gedong terputus.

"Kemarin malam Senin (6/9) terjadi hujan deras yang mengakibatkan dua sungai di Lebak meluap," kata Doni warga Lebak Gedong, Selasa (7/6).

Jembatan darurat di Desa Ciladeun, Kecamatan Lebak Gedong, Kabupaten Lebak, terputus karena banjir. Foto: Dok. Istimewa

Banjir itu setidaknya merendam 22 rumah warga di Desa Bintangresmi, Kecamatan Cipanas, dan Desa Mayak, Kecamatan Curugbitung, serta satu bangunan pesantren.

Kepala Pelaksana BPBD Lebak, Febby Rizki Pratama, mengatakan telah mendatangi lokasi dan melakukan pendataan.

Petugas BPBD telah menyiagakan satu perahu karet dan mendistribusikan kebutuhan logistik.

“Kondisi banjir saat ini di Desa Bintangresmi air berangsur surut, kondisi saat ini di Desa Mayak air (juga) sudah surut,” ujar Febby, Selasa (7/9).

embed from external kumparan