Jilbab Putih Gading Milik Ainun yang Sangat Bermakna Bagi Habibie

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Hasri Ainun Habibie dan BJ. Habibie. (Foto: AFP/Adek Berry)
zoom-in-whitePerbesar
Hasri Ainun Habibie dan BJ. Habibie. (Foto: AFP/Adek Berry)

Kepergian Hasri Ainun Habibie atau yang dikenal dengan nama Ainun Habibie delapan tahun yang lalu tampaknya masih menyimpan cerita tersendiri bagi BJ Habibie. Ia tampaknya masih terus merindukan sosok perempuan yang dicintainya tersebut.

Habibie mengaku, setiap saat rasa rindu itu terus mengalir dalam hidupnya. Untuk mengobati rasa rindunya tersebut, Habibie selalu memanjatkan doa untuk Ainun.

"Oh ya setiap detik saya kehilangan. Saya berdoa, saya baca yasin tiap malam untuk dua orang yaitu untuk Ibu Ainun dan ibu yang melahirkan saya," ujar Habibie, di kediamannya, di Jalan Patra Kuningan XIII, Jakarta Selatan, Selasa (22/5).

Dalam acara memperingati sewindu wafatnya Ainun, Habibie tampak mengenakan syal di lehernya. Habibie mengaku syal berwarna putih gading tersebut memiliki makna yang mendalam bagi dirinya.

B.J Habibie (Foto: Soejono Eben Saragih/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
B.J Habibie (Foto: Soejono Eben Saragih/kumparan)

Syal tersebut ternyata adalah jilbab terakhir yang digunakan oleh Ainun sebelum meninggal dan penutup wajah Ainun saat meninggal. Habibie mengaku selalu mengenang sosok Ainun melalui jilbab tersebut.

"Ini tiap malam di bawah bantal saya. Ini jilbab dia (Ainun) pakai dan waktu dia meninggal di transport (ambulans) ini penutup wajahnya dan (sekarang) selalu saya pakai," kenang Habibie.

Hasri Ainun Habibie dan BJ. Habibie. (Foto: AFP/Oka Budhi)
zoom-in-whitePerbesar
Hasri Ainun Habibie dan BJ. Habibie. (Foto: AFP/Oka Budhi)

Habibie juga sempat mengenang saat Ainun marah kepada dirinya sebagai bentuk perhatian lebih istri kepada suami. Menurutnya, momen tersebut adalah momen yang berharga dan dirindukan oleh Habibie dari Ainun.

"Kalau dia marah, (benar-benar) marah ke saya. Dulu waktu saya muda bersama Ibu Ainun sering diskusi. Saya enggak pernah berantem," jelasnya.

Meski demikian, selama mengarungi bahtera rumah tangga, Habibie mengaku selalu menjadi imam yang baik bagi istri dan anak-anaknya.

"Saya berusaha menjadi orang baik," pungkasnya.