Joe Biden Akan Wajibkan Pegawai Pemerintah AS Divaksin Corona

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden AS Joe Biden menyampaikan pidato tentang krisis di Afghanistan di Ruang Timur di Gedung Putih di Washington, AS, Senin (16/8). Foto: Leah Millis/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Presiden AS Joe Biden menyampaikan pidato tentang krisis di Afghanistan di Ruang Timur di Gedung Putih di Washington, AS, Senin (16/8). Foto: Leah Millis/REUTERS

Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden berencana mewajibkan semua pegawai pemerintah untuk divaksinasi corona. Vaksinasi COVID-19 juga akan diwajibkan bagi pegawai perusahaan swasta yang terikat kontrak dengan pemerintah.

Biden akan menandatangani perintah eksekutif terkait kebijakan ini pada Kamis (16/9) mendatang. Aturan wajib vaksin corona tersebut akan berlaku bagi sekitar 4 juta karyawan pemerintah.

Adapun jutaan karyawan lagi seperti pekerja di RS yang mendapatkan kontrak pemerintah untuk merawat pasien di Medicaid atau Medicare, hingga karyawan program kesejahteraan sosial untuk orang miskin, orang cacat, dan lansia di AS.

kumparan post embed
Seorang dokter menyuntikkan vaksin corona kepada perawat di fasilitas Memorial Healthcare System di Miramar, Florida, AS, Senin (14/12). Foto: Marco Bello/REUTERS

"Tujuan menyeluruh kami di sini adalah untuk mengurangi jumlah orang Amerika yang belum divaksinasi," kata sekretaris pers Gedung Putih Jen Psaki, Kamis (9/9), dikutip dari Reuters, Kamis.

"80 juta [warga AS] masih belum divaksinasi. Kami ingin mengurangi jumlah itu, mengurangi rawat inap dan kematian dan memungkinkan anak-anak kami pergi ke sekolah dengan aman,” imbuh dia.

kumparan post embed

Para pekerja akan mendapatkan batas waktu 75 hari untuk vaksinasi. Jika belum divaksin pada akhir periode ini, maka akan dirujuk ke sumber daya manusia untuk konseling dan mungkin mendapat tindakan disipliner.

Serikat pekerja pemerintah mengatakan mereka tengah menanti mandat wajib vaksin pada Kamis mendatang.

embed from external kumparan