Jokowi Kalah 2 Kali di Medan, PDIP Nilai Kans Bobby Nasution Tetap Besar

kumparanNEWSverified-green

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
Bobby-Aulia Rachman terima rekomendasi PDIP di Pilwalkot Medan. Foto: PDIP
zoom-in-whitePerbesar
Bobby-Aulia Rachman terima rekomendasi PDIP di Pilwalkot Medan. Foto: PDIP

Sekjen DPP PAN, Eddy Soeparno, menyebut, menantu Presiden Jokowi, Bobby Nasution, lebih sulit bertarung di Pilwalkot Medan. Alasannya, Medan basis Islam konservatif.

Pun rekam jejak kekalahan Jokowi dalam 2 kali Pilpres di Kota Medan. Kans Bobby Nasution untuk menang wali kota Medan dinilai berat.

Merespons hal itu, Sekjen DPP PDIP, Hasto Kristiyanto, mengaku pihaknya optimistis dengan koalisi dengan mayoritas Parpol pendukung kabinet Indonesia maju di Pilwalkot kota Medan.

"Ketika partai mencalonkan Mas Bobby kami yakin bahwa dengan didukung partai-partai koalisi indonesia maju kita bisa bersama-sama melangkah dengan optimisme dan menjadikan kota Medan sebagai pusat perkembangan di Sumut," kata Hasto dalam Konferensi Pers virtual seusai pembukaan sekolah Partai untuk cakada angkatan I, Jumat (21/8)

Bobby Nasution menemui Ketum PAN Zulkifli Hasan. Foto: Instagram/@eddy_soeparno

Terkait salah satu wilayah di Medan dinilai sebagai basis islam konservatif, Hasto tak sependapat. Dia menilai masyarakat Medan memiliki pemikiran yang terbuka (open minded).

"Terkait medan, kota Medan merupakan ibu kota Sumatera Utara. Begitu Hidup masyarakatnya dan open minded, terbuka sehingga kami percaya kota medan akan diwarnai politik kelompok-kelompok tertentu, kota Medan mencerminkan sintesa kebudayaan dari kebhinekaan itu sendiri," papar Hasto.

Lebih lanjut, Hasto mengatakan, nantinya dengan akses infrastruktur yang sedang dibangun oleh Jokowi, maka Kota Medan akan mendapatkan peran sangat strategis.

Masyarakat Medan, menurut Hasto sudah menangkap rencana besar untuk kemajuan di Sumatera Utara khususnya Kota Medan.

"Kedekatannya dengan Malaysia itu menjadikan kota Medan menjadi sangat penting dan strategis menjadi pertumbuhan ekonomi yang akan dikembangkan oleh Pak Jokowi, terlebih nanti setelah sumatera itu terconnect melalui infrastruktur yang mendukung kemajuan seluruh wilayah di Sumatera, maka kota Medan akan menempati peran yang penting dan itu sekaligus yang ditangkap oleh masyarakat kota Medan," tandas Hasto.

Pernyataan Eddy Soeparno itu disampaikan dalam diskusi bertajuk 'Merdeka dari Dinasti: Lah. Apa Mungkin?' secara virtual, Selasa (18/8).

"Kalau kita lihat secara historis Pak Jokowi, dua kali dua pilpres kalah di Kota Medan, dan Kota Medan itu basis Islam konservatif terutama di Medan utara itu cukup kuat. Jadi saya kira itu dan kita sampaikan kepada Mas Bobby, juga PAN termasuk pihak yang mendukung Mas Bobby, kita sampaikan Mas Bobby harus kerja keras," kata Eddy Soeparno.

***

Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona

***