Jokowi Kunjungi Natuna, Temui Nelayan dan Tinjau Kapal

kumparanNEWSverified-green

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Jokowi di Bandara Halim Perdanakusuma Foto: Laily Rachev - Biro Pers Setpres
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Jokowi di Bandara Halim Perdanakusuma Foto: Laily Rachev - Biro Pers Setpres

Presiden Joko Widodo melakukan kunjungan kerja ke Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, Rabu (8/1). Jokowi memiliki sejumlah agenda dalam kunjungannya ke Natuna.

Berdasarkan pantauan di lokasi, Jokowi bersama rombongan lepas landas dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma sekitar pukul 07.35 WIB. Jokowi tiba di Pangkalan TNI AU Raden Sadjad, Kabupaten Natuna sekitar pukul 09.20 WIB.

Presiden Joko Widodo tiba di Pangkalan TNI AU Raden Sadjad, Kabupaten Natuna, Riau, Rabu (8/1). Foto: Laily Rachev/Biro Pers Sekretariat Presiden

Berdasarkan informasi yang diterima dari Biro Pers dan Media Istana, agenda pertama Jokowi yaitu mengunjungi Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) Selat Lampa, Natuna. Jokowi akan meninjau kapal-kapal nelayan yang berada di sana. Selain itu, ia akan bertemu dengan ratusan nelayan di Natuna.

Setelahnya, Jokowi akan menuju Kantor Bupati Kabupaten Natuna untuk menyerahkan sertifikat hak atas tanah untuk rakyat.

Kapal coast guard China mengusir nelayan Indonesia di perairan Natuna. Foto: Dok. Istimewa

Selesai acara, Kepala Negara akan menuju Pangkalan TNI AU Raden Sadjad untuk kemudian kembali ke Jakarta.

Diketahui, dalam kunjungan kerja kali ini Jokowi didampingi Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arifin Tasrif, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, dan Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala BPN Surya Tjandra.

Selain itu, ada pula Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono, Sekretaris Militer Presiden Mayjen TNI Suharyanto, Komandan Paspampres Mayjen TNI Maruli Simanjuntak, Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin, dan Juru Bicara Presiden M. Fadjroel Rachman.

Diketahui, belakangan perairan Natuna menjadi sorotan karena adanya kapal-kapal asing asal China yang berada di wilayah teritori Indonesia tersebut. Meski sudah diperingatkan pemerintah Indonesia, kapal-kapal asal China itu masih bertahan di wilayah yang masuk ZEE Indonesia tersebut.

kumparan post embed